oleh

Jadi Pusat Pertumbuhan, 30 Desa Jadi Percontohan

Harianpilar.com, Bandarlampung- Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat transformasi pembangunan desa melalui Program Desaku Maju, sebuah strategi besar yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi menuju visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045. Sebanyak 30 desa resmi ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) pada 2026 untuk menjadi model pembangunan berbasis potensi unggulan yang akan direplikasi ke seluruh kabupaten/kota.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra M. Firsada saat Apel Gabungan di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Senin (20/7).

Gubernur menegaskan bahwa desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kemajuan Lampung harus dimulai dari desa dengan membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Program Desaku Maju dirancang secara menyeluruh, mulai dari pengembangan potensi unggulan desa, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hilirisasi hasil pertanian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pemasaran, hingga kolaborasi lintas sektor. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan pupuk organik cair dan penerapan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

“Kemajuan Lampung harus dimulai dari desa. Desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Gubernur dalam sambutannya.

Pemprov Lampung juga terus melakukan evaluasi lintas organisasi perangkat daerah guna memastikan hilirisasi produk desa berjalan optimal, kelembagaan ekonomi semakin kuat, dan nilai tambah hasil produksi lebih banyak dinikmati masyarakat desa.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Lampung untuk memperkuat sinergi dan meninggalkan ego sektoral. Keberhasilan birokrasi, kata dia, harus diukur dari sejauh mana kebijakan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan Program Desaku Maju, Pemerintah Provinsi Lampung berharap desa-desa mampu tumbuh menjadi sentra ekonomi baru yang produktif, mandiri, dan menjadi fondasi utama pembangunan daerah di masa depan. (*)