oleh

Jernih (3/Habis)

Selain penguasa. Aktivis juga harus jernih. Baik pandangannya, ucapannya maupun moralnya.

Berjuanglah sehebat-hebatnya. Sehormat-hormatnya. Tapi ide dan gerakan jangan terlalu maju. Jangan melampaui kesadaran massa rakyat. Jangan mengabaikan etika.

Aktivis sejati. Itu lahir dari rahim massa rakyat. Jadi ucapan, tindakan, dan sikapnya harus mencerminkan massa rakyat yang melahirkannya.

Meminta MBG dihapus, saat rakyat membutuhkannya. Itu tak mencerminkan suara massa rakyat. Juga tak bijak.

Rakyat minta pembenahan MBG? Betul. Tapi apa mayoritas rakyat menghendaki MBG dihapus? Kan tidak.

Membubarkan acara dialog yang dihadiri unsur pemerintah. Itu tindakan tak demokratis. Tak bijak. Tak mencerminkan sikap massa rakyat yang mayoritas berjiwa demokratis.

Menyebut nama kucing dengan Prabodoh, mungkin secara hukum pidana tak jadi soal. Tapi secara etika, jelas itu tak mencerminkan etika yang ada di massa rakyat.

Bukan maksud mau menggurui, atau mengajari. Tapi lebih pada mengingatkan. Karena sebagai manusia kadang luput.

Jangan sampai menjadi aktivis yang berjarak dengan rakyat gerakannya.

Jangan sampai menjadi aktivis yang idenya jauh melampaui kesadaran kolektif massanya.

Jangan sampai menjadi aktivis yang berdiri di menara gading.

Ingatlah kawan. Perubahan sejati tak lahir dari kerja semalam. Tak lahir dari agitasi murahan.

Perubahan sejati, lahir dari kerja-kerja massa yang berat, panjang, dan penuh ketekunan.

Perubahan sejati, lahir dari perjuangan massa rakyat yang terdidik. Teroganisir. Dan penuh kesabaran.

Perubahan sejati. Adalah karya massa rakyat, bukan karya satu atau segelintir orang.

Dan aktivis sejati, adalah sosok yang penuh kesabaran mendidik, mengorganisir, dan memimpin massa.

Bukan sekedar pidator berapi-api. Bukan sekedar pintar mengejek dan memelesetkan nama pemimpin. Bukan sekedar membubarkan ruang dialog yang demokratis.

Menjadi aktivis di negara yang demokratis, berarti juga harus berjiwa demokratis. Siap berdialog. Siap adu argumen.

Kita harus paham. Perjuangan saat ini adalah perjuangan sosial ekonomi. Karena itulah kesadaran massa ralyat. Sekali lagi, perjuangan tak boleh melampaui kesadaran massa.

Sejarah telah menunjukkan. Betapa bahayanya perjuangan yang melampau kesadaran massa rakyat.

Kampanye massa itu memang harus hebat. Tapi harus diiring kerja-kerja pengorganisasian. Kerja-kerja pendidikan massa.

Dan betapapun buruknya tokoh-tokoh yang dulu memperjuangkan reformasi di mata aktivis saat ini. Tapi peran dan pengorban mereka tak bisa dipadang kecil.

Tanpa perjuangan dan pemgorbanan mereka semua, tak ada kebebasan yang kita nikmati saat ini.

Jangan terlalu mudah meniadakan, mengecilkan, apa lagi mencaci maki mereka yang pernah berdarah-darah demi udara kebebasan yang kau hirup hari ini.

Mari sama-sama menjaga kejernihan berpikir, berbicara dan bersikap. Agar kejernihan arah perjuangan itu tetap terjaga. Panjang umur perjuangan…Wallahu a’lam bish-shawab.(Habis)

Komentar