oleh

Dari Uang Receh hingga Bank Sampah, OJK dan Pegadaian Ajak Generasi Muda Bangun Masa Depan Finansial

Harianpilar.com,  0Bandar Lampung — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama PT Pegadaian (Persero) Area Lampung mengajak pelajar dan mahasiswa membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak dini. Edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan literasi keuangan yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai cara sederhana untuk memulai menabung, termasuk memanfaatkan uang receh dan hasil penjualan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Langkah ini dinilai dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran finansial sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, mengatakan OJK terus mengembangkan berbagai program edukasi keuangan bagi pelajar, salah satunya melalui Program Pelajar Menabung dan Bank Sampah Sekolah.

“Melalui Program Pelajar Menabung dan Program Bank Sampah Sekolah, kami ingin menanamkan kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini. Menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar. Yang terpenting adalah konsistensi dan kesadaran untuk menyisihkan sebagian uang yang dimiliki demi masa depan,” ujar Ety.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya mengajarkan pentingnya menabung, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam kehidupan sehari-hari siswa. Melalui bank sampah sekolah, para pelajar diajak mengumpulkan dan memilah sampah anorganik seperti kertas, plastik, logam, dan kaca untuk kemudian disetorkan ke bank sampah. Nilai ekonomi dari sampah yang terkumpul akan dicatat sebagai tabungan atas nama siswa.

“Uang receh maupun hasil penjualan barang bekas yang dapat didaur ulang memiliki nilai ekonomi. Jika dikelola dengan baik dan disisihkan secara rutin, hal tersebut dapat menjadi langkah awal membangun kemandirian finansial,” katanya.

Sementara itu, Penyuluh Anti Korupsi PT Pegadaian (Persero) Area Lampung, Rizkillah Suryo Wibowo, menilai perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi saat ini memberikan peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal berbagai instrumen investasi.

“Sekarang zaman berbeda, sumber informasi sangat terbuka. Jika saya kembali ke zaman dulu atau sekarang, saya akan sisihkan uang yang saya punya untuk investasi. Karena dulu yang saya tahu masuk Pegadaian itu taunya emas,” ujar Rizkillah.

Ia menjelaskan bahwa pemahaman masyarakat mengenai investasi kini semakin beragam. Karena itu, pelajar tidak perlu menunggu memiliki penghasilan besar untuk mulai belajar mengelola keuangan dan berinvestasi.

“Mulailah dari yang kecil. Uang receh hasil menabung atau hasil menjual barang-barang bekas yang masih bernilai bisa menjadi modal awal untuk belajar berinvestasi dan merencanakan masa depan,” tambahnya.

Melalui kegiatan literasi keuangan tersebut, OJK Provinsi Lampung dan PT Pegadaian (Persero) Area Lampung berharap semakin banyak pelajar yang memiliki kesadaran finansial, terbiasa menabung, serta mampu memanfaatkan peluang ekonomi dari kegiatan daur ulang dan pengelolaan sampah secara produktif. (Ramona).

Komentar