Siapa yang menolak Makan Bergizi Gratis (MBG)? Nyaris tidak ada.
Siapa yang mau menurunkan Pak Prabowo dari kursi Presiden? Tidak ada.
Lantas kenapa kesan represif terhadap pendemo dan pengkritik masih muncul?
Kenapa bus-bus mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi masih dihalangi?
Yang ditolak bukan MBG, melainkan model pelaksanaan MBG yang boros, rawan korupsi, dan belum tepat sasaran.
Yang dikritik adalah eksekusi kebijakan yang masih jauh dari harapan rakyat.
Pak Prabowo ingin anak-anak Indonesia bergizi baik. Itu cita-cita luhur yang didukung mayoritas rakyat.
Tapi orang-orang yang ditugaskan justru ditengarai memanfaatkannya untuk memperkaya diri sendiri.
Kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjerat mantan Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya baru-baru ini adalah indikasi kuat. Uang rakyat dikeruk, amanat dikhianati.
Pak Prabowo ingin ekonomi desa hidup, uang berputar di desa, petani sejahtera.
Tapi koperasi desa yang dibangun panen kritik karena terasa seperti minimarket yang menjual barang pabrikan. Uangnya lari lagi ke konglomerat. Proses pembangunannya pun menuai banyak kecurigaan.
Pak Prabowo. Jernihlah melihat sikap rakyat anda. Dengarkan jeritan mereka.
Mayoritas rakyat tidak meragukan niat dan cita-cita luhur Pak Prabowo.
Mayoritas tidak meragukan keberpihakan Bapak pada rakyat kecil.
Mayoritas tidak menyangsikan nasionalisme bapak.
Tapi Pak Prabowo tidak bisa bekerja sendirian. Orang-orang kepercayaan, pejabat-pejabat yang diberi jabatan harus punya niat, kompetensi, dan keberpihakan yang sama seperti bapak.
Jangan hanya mendengar laporan yang bagus-bagus. Jangan terlena dengan angka statistik yang belum tentu bisa menggambarkan penderitaan rakyat. Sekali lagi jernihlah dalam melihat dan mendengar keadaan rakyat.
Hampir dua tahun. Sudah cukup waktu untuk memberi kesempatan kepada oknum-oknum inkompeten dan rakus.
Ini saatnya mengevaluasi pola pelaksanaan semua program.
Periksa barisan dan orang-orang dekat. Bersihkan yang harus dibersihkan.
Kami percaya Pak Prabowo akan membersihkan oknum-oknum tersebut demi keberhasilan program dan kepercayaan rakyat.
Percayalah, Pak. Tidak ada yang membenci pribadi bapak. Tidak ada yang ingin bapak turun.
Yang diinginkan rakyat hanyalah perbaikan konkret dan kesejahteraan yang nyata.
Jika gejolak rakyat ini dianggap ancaman, jika kritik dianggap serangan, dan jika keresahan rakyat dijawab dengan represifitas, maka justru Bapak yang sedang memompa semangat rakyat untuk melawan.
Ini momentum paling tepat. Dengarkan suara rakyat dengan hati yang jernih. Perbaiki secara serius yang perlu diperbaiki. Singkirkan yang patut disingkirkan.
Mulailah dengan menjalankan MBG hanya untuk daerah 3T, evaluasi total KDMP bila perlu hentikan sementara, kurangi pelibatan militer pada urusan sipil, reformasi UU Polri dan pulihkan dana transfer ke daerah.
Langkah-langkah awal ini sepertinya bisa jadi cara tercepat untuk meredam kekecewaan rakyat. Mudah-mudahan..Wallahu a’lam bish-shawab.(Bersambung)










Komentar