oleh

Dua ABK KM Arof Masih Hilang

Harianpilar.com, Bandarlampung-  Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan terus memperluas area pencarian terhadap dua anak buah kapal (ABK) KM Arof yang hilang setelah kapal penangkap ikan tersebut tenggelam akibat diterjang cuaca buruk di perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur.

Memasuki hari kedua operasi pencarian, Senin (15/6), keberadaan kedua korban masih belum ditemukan meski tim telah menyisir area pencarian hingga puluhan mil laut. Korban yang masih dalam pencarian masing-masing Tarno (50), nahkoda kapal, dan Suarna (45), keduanya warga Cirebon, Jawa Barat.

Kecelakaan laut itu terjadi pada Sabtu (13/6) sekitar pukul 13.00 WIB. KM Arof yang membawa enam orang ABK tengah melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan Muara Kuala Penet ketika cuaca buruk melanda kawasan tersebut.

Angin kencang dan gelombang tinggi membuat kapal kehilangan kendali hingga akhirnya tenggelam. Seluruh awak kapal berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.

Empat ABK berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Namun dua awak lainnya hilang dan hingga kini belum ditemukan.

Informasi tenggelamnya kapal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung pada Minggu (14/6) malam. Tim Rescue Pos SAR Bakauheni kemudian langsung diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR lainnya.

Dantim Rescuer Pos SAR Bakauheni, Feriansyah, mengatakan pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan membagi pencarian ke dalam dua sektor pencarian (Search and Rescue Unit/SRU) dengan cakupan area lebih dari 20 nautical mile.

“Area pencarian terus diperluas berdasarkan pergerakan arus dan kondisi di lokasi kejadian. Seluruh unsur SAR berupaya maksimal untuk menemukan kedua korban,” ujarnya dalam siaran persnya, Selasa (16/6).

Operasi melibatkan berbagai unsur, antara lain Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, Polairud Lampung Timur, TNI AL Labuhan Maringgai, Bakamla, BPBD Lampung Timur, pihak pemilik kapal, keluarga korban, serta nelayan setempat.

Namun upaya pencarian tidak berjalan mudah. Hujan deras disertai gelombang setinggi 1 hingga 1,5 meter sempat memaksa tim menghentikan sementara penyisiran demi keselamatan personel dan peralatan SAR.

Meski pencarian kembali dilanjutkan pada sore hari, hasilnya masih nihil. Tim telah menyisir area hingga sekitar 45 nautical mile tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban.

“Operasi hari ini dihentikan sementara pada sore hari dan akan dilanjutkan kembali besok pagi dengan memperluas area pencarian,” kata Feriansyah.

Basarnas Lampung mengimbau seluruh nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum beraktivitas di perairan serta memastikan kelengkapan alat keselamatan di atas kapal.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih bersiaga dan bersiap melanjutkan pencarian dengan harapan kedua korban dapat segera ditemukan. (*)

Komentar