Launching Bhayangkara Presisi Lampung FC (BPLFC) menjadi tonggak sejarah baru dunia sepakbola Lampung.
Itu seperti kebangkitan pencinta sepakbola Lampung setelah sekian lama tertidur.
Namun, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) tak mau terlena.
Tujuan utama dari upaya besar itu harus diwujudkan. Kehadiran BPLFC harus menjadi trigger pembinaan sepakbola Lampung.
”Beliau (RMD) selalu mengingatkan. Jangan terlena. Tujuan utamanya adalah bagaimana membangkitkan sepakbola Lampung. Harus lahir talenta-talenta terbaik asli Lampung,” cerita Wakil Asprov PSSI Lampung Yoga Swara.
Untuk mewujudkan tujuan jangka panjang itu, Lampung tak cukup hanya punya klub Liga 1. Lampung juga harus punya klub yang berlaga di Liga 2 dan 3.
Ini menjadi wadah pembinaan berjenjang bagi anak-anak asli Bumi Ruwa Jurai.
“Gubernur kita itu visioner. Jadi dia tak hanya memikirkan dampak jangka pendek, tapi jangka panjang. Dia ingin sepak bola Lampung itu bangkit. Jadi pembinaan harus jalan. Dan wadahnya harus ada,” terang Yoga.
Upaya keras mewujudkan tujuan utama itu terus dijalankan. Perjuangan selanjutnya adalah memastikan Lampung memiliki representasi di liga 2 atau 3.
Komunikasi dan penjajakan dilakukan dengan beberapa klub liga 3 yang sudah ada.
“Kita semua ingin Lampung punya klub asli Lampung. Tapi kalau menunggu lahir sendiri, itu membutuhkan waktu dan proses yang lama. Jadi kita cari klub yang sudah ada sebagai pemantik,” tambah Yoga.
Kini Lampung juga sudah memiliki Nusantara Lampung FC (NLFC) yang berlaga di Liga 3. Klub ini resmi diluncurkan pada Minggu 12 Oktober 2025 di Stadion Pahoman, Bandar Lampung.
Sebagai debut, NLFC langsung menjajal kekuatan melawan Sriwijaya FC.
Arie Nanda Djausal memimpin langsung sebagai Presiden Klub.
Kehadiran NLFC semakin mempercepat terbentuknya ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif di Provinsi Lampung.
“Di Lampung sudah ada klub liga 1 yakni BPLFC. Kehadiran Nusantara Lampung FC melengkapinya sehingga upaya membangun ekosistem sepakbola yang kompetitif semakin cepat,” ujar Arie saat peluncuran.
Menurut Arie, klub ini diisi oleh talenta muda hasil seleksi objektif. Targetnya jelas, mereka akan berjuang keras agar bisa promosi ke Liga 2.
Di sisi lain, gairah pembinaan terus digenjot. Turnamen lokal kian marak.
BPLFC pun terus membuktikan taringnya di Liga 1 musim 2025/2026.
Terbaru, mereka menumbangkan tim papan atas Persija Jakarta dengan skor 3-2 di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim.
Dengan dukungan penuh suporter, BPLFC mampu mengimbangi permainan Persija yang dijagokan juara.
Kekhawatiran publik bahwa BPLFC hanya mampir sementara kini juga terjawab.
Chief Operating Officer (COO) BPLFC, Kombes Pol. Sumardji, menegaskan komitmennya untuk menetap permanen di Lampung. Ia memastikan klub ini akan menjadi bagian dari identitas olahraga Lampung ke depan.
“Bhayangkara Lampung FC akan bertahan selamanya di sini agar bisa mengembangkan sepak bola di Lampung,” tegasnya seperti dilansir sejumlah media Januari lalu.
Sejalan dengan visi besar RMD, Sumardji yang kini menakhodai PSSI Lampung juga mendorong penguatan Sekolah Sepak Bola (SSB).
Saat ini, sudah ada 48 klub yang tersebar di 15 kabupaten/kota se-Lampung.
“Perbanyak SSB agar talenta lokal bisa berprofesi sebagai pemain profesional total,” kata Sumardji.
RMD sebagai gubernur telah melunasi janji politiknya pada Pilgub 2024 lalu.
Ia membangun sektor olahraga, khususnya sepakbola, dengan langkah nyata.
Ini adalah wujud pemimpin yang menjemput mimpi masyarakat. Bahkan, RMD selalu hadir di stadion bersama suporter setiap BPLFC berlaga. Ia menyatu dengan semangat masyarakatnya.
Kerja besar yang terstruktur dan visioner ini akan menjadi pijakan untuk Lampung Maju di bidang olahraga.
Kini tinggal tugas masyarakat Lampung untuk terus memberi dukungan. Agar suatu saat nanti, Lampung benar-benar menjadi gudang talenta nasional dan pusat industri olahraga yang berdaya saing.(Selesai)










Komentar