oleh

Mirza, Yoga dan Sepakbola (1)

22 April 2026 ini, tepat setahun
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) dan CEO Bhayangkara Presisi FC Irjen Pol Agus Suryonugroho S.H, M.Hum melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Isinya Bhayangkara FC bermarkas di Lampung.

Awalnya semua meragukan. Saya juga sempat menaruh ragu. Nyaris tak ada yang percaya rencana itu bakal jadi nyata.

​Bagaimana tidak. Ingin punya klub sepakbola yang berlaga di Liga 1, itu bukan perkara mudah.

Syaratnya segudang. Stadion harus direnovasi total agar sesuai standar. Mess pemain dan official harus disiapkan. Belum lagi rentetan fasilitas pendukung lainnya.

​Satu hal yang bikin dahi mengernyit, waktu hanya tersisa 4 bulan. Dan yang paling berat, semua itu tak boleh menyentuh uang rakyat atau dana APBD sedikitpun.

​Tapi keraguan itu tidak berlaku bagi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD). Pun bagi Wakil Asprov PSSI Lampung Yoga Swara.

Keduanya sudah membulatkan tekad. Mewujudkan mimpi mayoritas masyarakat Lampung.

“RMD sudah bertekad, Lampung harus punya tim Liga 1. Karena itu mimpi masyarakat Lampung,” ujar Yoga Swara.

Dalam waktu yang amat sempit itu, kerja keras dilakukan dengan target Lampung harus punya klub kebanggaan di kasta tertinggi sepakbola Nasional.

​Tujuannya jelas. Jangka pendek agar masyarakat Lampung punya hiburan dan tonton yang berkelas.

Jangka panjangnya, untuk membangun ekosistem sepakbola Lampung yang kompetitif dan sehat.

​Klub pertama yang dibidik adalah milik selebritas Raffi Ahmad. Komunikasi sudah terjalin. Raffi pun sebenarnya sudah memberi lampu hijau.

Namun takdir berkata lain. Klub Rans Nusantara FC itu justru gagal promosi ke Liga 1.

​”Komunikasi Gubernur RMD dengan Raffi Ahmad sudah ada. Kebetuan hubungan keduanya cukup dekat. Tapi Rans malah gagal ke Liga 1,” kenang Yoga Swara saat berbincang santai dengan media.

​Gagal memboyong Rans bukan berarti langkah terhenti. Yoga langsung mendapat instruksi baru untuk mencari klub lain yang sudah pasti di Liga 1.

Dari situlah pintu komunikasi dengan manajemen Bhayangkara FC terbuka lebar.

Dengan difasilitasi Coach Dino, komunikasi dan penjajakan dilakukan secara intens.

Yoga secara informal mengundang manajemen Bhayangkara FC untuk terbang ke Lampung. Tujuannya satu, yakni melihat langsung fasilitas yang ada.

​Objek pertama yang ditinjau adalah Stadion Sumpah Pemuda di PKOR Wayhalim.

Hasilnya? Memprihatinkan.

Kondisinya jauh panggang dari api jika dibandingkan standar Liga 1.

Tim survei kemudian bergeser ke Stadion Pahoman. Hasilnya sama saja.

Stadion bersejarah itu sudah puluhan tahun tak tersentuh renovasi serius.

​”Orang-orang Bhayangkara FC langsung lemas. Mereka pesimis melihat kondisi Stadion PKOR dan Pahoman,” kenang Yoga sambil tertawa kecil.

​Bermodal doa dan tekad yang kuat, Yoga terus meyakinkan mereka. Ia menjamin semua fasilitas akan dibangun sesuai standar dalam waktu singkat.

Untuk memperkuat keyakinan itu, Yoga memboyong manajemen Bhayangkara bertemu langsung dengan Gubernur RMD.

RMD menyambut dengan energi yang meluap-luap. Ia meyakinkan bahwa Lampung bukan sekadar tempat singgah.

“Lampung akan jadi rumah terbaik dan ternyaman bagi Bhayangkara FC,” tegas RMD.

​Gayung pun bersambut. Kesepakatan tercapai. Selasa, 22 April 2025, sejarah baru tertulis.

Gubernur Lampung dan CEO Bhayangkara Presisi FC, Irjen Pol Agus Suryonugroho, resmi menandatangani nota kesepahaman atau MoU. Bhayangkara FC resmi bermarkas di Lampung.

​Irjen Agus yang juga Kakorlantas Polri itu menjelaskan, Bhayangkara FC akan mengarungi musim 2025/2026 dengan Stadion Sumpah Pemuda sebagai kandang utama.

Ia menyebut kepindahan ini didasari banyak pertimbangan, termasuk restu dari Kapolri.

​Kabar ini langsung meledak. Jagat media sosial Lampung gempar. Masyarakat menyambutnya dengan gegap gempita. Ada rasa bangga yang menyeruak.

​Meski begitu, suara-suara miring tetap ada. Banyak yang khawatir keberadaan Bhayangkara FC di Lampung hanya bersifat sementara.

Sebuah kekhawatiran yang wajar dalam sebuah proses besar. Yang pasti ini akan menjadi awal yang baik bagi kebangkitan sepakbola di Lampung. (Bersambung)

Komentar