Harianpilar.com, Bandarlampung – Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Provinsi Lampung sukses menggelar rapat kerja daerah (rakerda) dan Kejuaraan Daerah (Kejurda) tahun 2024. Kegiatan yang dipusatkan di Graha Catur Lampung dari tanggal 2-3 November 2024 itu diikuti oleh pengurus cabang (pengcab) Percasi 15 kabupaten/kota dan kejurda di ikuti atlet catur kabupaten/kota.
Ketua Percasi Provinsi Lampung, Yanuar Irawan yang diwakilkan oleh Sekretaris Percasi Provinsi Lampung, Edwin Subiantoro mengatakan, Kejurda Catur Junior ini merupakan cara dari Percasi Lampung dalam menjaring bibit atlet catur potensial. “Kejuaraan ini menjadi bagian penting dalam menemukan dan mendukung bakat- bakat baru dalam catur,” kata Edwin dalam penutupan Kejurda Catur Junior 2024, Minggu (3/11).
Dikatakannya, Kejuaraan Catur Junior 2024 ini juga bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi juga merupakan platform untuk menciptakan dan memupuk semangat kompetisi yang sehat dan mengembangkan kemampuan strategis serta analisis di kalangan anak- anak. “Kami berharap Kejurda ini dapat terus menginspirasi generasi muda Indonesia untuk terus mengembangkan potensi mereka dalam olahraga catur,” harapnya.
Menurutnya, para juara dalam Kejurda Catur Junior Tahun 2024 ini merupakan tiket untuk mengikuti Kejuaraan Tingkat Nasional (Kejurnas) yang rencananya akan digelar pada tanggal 8 November 2024 nanti. “Makanya ini kita kebut, dan tanggal 4 November besok, kami kirimkan nama-nama para juara ini untuk kita daftarkan untuk mengikuti Kejurnas,” jelasnya.
Selain itu, Percasi Lampung juga menggelar Rakerda Pengprov Percasi Provinsi Lampung yang menghasilkan beberapa kesimpulan. Salah satunya mendorong Pengurus Cabang (Pengcab) Kabupaten/Kota se-Lampung untuk mencari dan membina bibit unggul atlet catur di daerahnya masing-masing.
“Jadi rakerda membahas teknis dan pelaksanaan kejuaraan catur junior yang dibagi 7 kategori, mulai dari kategori U7 sampai U19. Kenapa hanya junior dan senior tidak, karena memang untuk Lampung orientasi kita ke junior, dan untuk kategori senior atau umum kita tidak. Bukannya kita tidak ada atlet senior, tapi untuk senior di kancah nasional kita masih cukup berat,” ungkapnya.
Selain membahas teknis dan pelaksanaan Kejurda, Edwin mengatakan, Rakerda juga membahas serta mengevaluasi kinerja Pengcab seluruh kabupaten/kota. Dimana, kata dia, hampir 90 persen kinerja Pengcab 15 Kabupaten/kota se-Lampung susah berjalan cukup baik.
“Tapi, memang ada beberapa Pengcab yang cukup mendominasi, baik untuk peserta atlet maupun kualitasnya. Seperti Bandarlampung, Metro, Pesawaran, Pringsewu, dan Lampung Selatan. Mereka cukup baik binaannya, tapi bukan berarti yang lainnya tidak baik, yang tetap baik binaannya tapi perlu ditingkatkan lagi,” terangnya.
Untuk itu, lanjut dia, Rakerda Pengprov Percasi Lampung kemarin sepakat untuk memasukan program penjaringan bibit unggul di masing-masing kabupaten/kota ke dalam program tahun 2025. “Ini sebagai cara kita untuk menjaring atlet unggulan untuk persiapan PON selanjutnya dan untuk persiapan Porprov pada tahun 2026. Kita akan kejar atlet junior, karena itu orientasi kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pada tahun 2025, pihaknya juga akan meningkatkan koordinasi dengan Pengcab Kabupaten/kota dalam hal mencari dan membina bibit unggul atlet catur, terutama untuk daerah yang jauh dari Bandarlampung. Karena, kata dia, sebenarnya banyak atlet catur di daerah tapi pengcabnya kurang berkoordinasi dengan pengprov.
“Seperti di Mesuji dan Pesibar, sebenarnya di dua daerah ini banyak atlet caturnya, tapi karena dua daerah ini cukup jauh dari Bandarlampung, maka disini lah peran Pengprov hadir disitu. Kita minta pengcabnya untuk berkoordinasi dengan pengrov agar pencarian dan pembinaan bibit atlet unggul catur di daerah itu terakomodir,” tukasnya. (*)









