oleh

Didera Cidera, Lifter Lampung Viki Aryanto Pecahkan Rekor Nasional Dan Raih Perak

Harianpilar.com, Bandarlampung – Lifter Lampung Viki Aryanto yang turun di kelas open 83 Kg A putra pada PON XII Aceh-Sumut 2024, sukses memecahkan rekor Nasional angkatan bench press dengan angkatan 245 Kg. Dimana, rekor sebelumnya dipegang lifter Lampung juga Robi Sujanto dengan angkatan 240 Kg.

Viki yang mencoba menciptakan rekor baru angkatan 250 Kg namun gagal lantaran cidera, harus puas dengan medali perak. Sementara, lifter Lampung Sri Hartati berhasil menyumbang emas bagi kontingen Lampung yang turun di kelas open 57 Kg A, dengan total angkatan 530 Kg.

Bertanding di Standion Harapan Bangsa Aceh, sejatinya Viki tampil perkasa di awal dengan angkatan squad pertama dengan beban 330 Kg, kemudian Viki menaikkan beban pada angkatan squad ke dua dengan beban 343 kg.

Keduanya bisa diangkatnya dengan baik. Berhasil di dua angkatan sebelumnya, Viki kembali menaikan beban pada squad ke 3 dengan beban 352 Kg namun gagal.

Pada sesi angkatan bench press Viki kembali tampil gemilang dengan memulai beban 230 kg dan berhasil. Pada angkatan ke 2 bench press Viki menaikkan bebannya menjadi 245 Kg sekaligus untuk memecahkan rekor Nasional bench press dan berhasil diangkatnya dengan benar.

Usai memecahkan rekor, Viki kembali menaikkan bebannya pada angkatan ke 3 bench press dengan beban 250 kg, namun sayang gagal diselesaikannya.

Pada angkatan deadlift, Viki memasang beban awal 280 Kg dan berhasil diangkatnya dengan baik. Namun pada angkatan ke dua deadlift Viki menaikkan beban jadi 290 namun Viki tidak menjalani angkatan karena mulai mengalami cidera. Tak menyerah, Viki mencoba angkatan ke 3 deadlift, tapi Viki gagal menyelesaikan angkatan dengan baik.

Cidera yang dialami Viki membuka kesempatan lifter Riau Andre Satria untuk memuncaki total angkatan. Andre berhasil melakukan 3 angkatan deadlift dengan masing-masing berat beban 305 Kg, 320 Kg, dan 335 Kg dan memastikan medali emas ditangannya.

Hasil akhir dari kelas open 83 Kg A putra ini menempatkan lifter Riau Andre Satria sebagai peraih emas dengan total 915 Kg, di susul Lifter Lampung Viki Aryanto yang meraih medali perak dengan total angkatan 868 Kg, dan perunggu diraih Lifter Jawa Barat Muhammad Yusuf dengan total angkatan 850 Kg.

Sementara, Lifter Lampung Sri Hartati menambah koleksi emas bagi kontingen Lampung. Sri Hartati yang turun di kelas open 57 Kg A meraih emas dengan total angkatan 530 Kg.

Sri Hartati memulai dengan angkatan squat 200 Kg dan berhasil. Pada angkatan ke 2 squad 210 Kg Sri Hartati sempat gagal namun pada angkatan ke 3 squad 210 Kg berhasil.

Pada angkatan banch press Sri Hartati memulai dengan angkatan 130 Kg namun gagal, pada angkatan ke 2 banch press 130 Kg berhasil dan angkakan ke 3 banch press 137,5 Kg Sri Hartati gagal.

Pada angkatan deadlift Sri Hartati tampil gemilang dengan memulai dengan angkatan 180 Kg dan angkatan ke 2 deadlift 190 Kg keduanya berhasil.

Namun pada angkatan ke 3 deadlift 192,5 Kg Sri Hartati sengaja tidak menjalani angkatan karena sudah jauh meninggalkan pesaingnya.

Sri Hartati mengalahkan pesaingnya Yolanda dari Jawa Barat yang meraih perak dengan total angkatan 520 dan Windi Astuti Alwa dari Riau dengan total angkatan 485 Kg yang meraih perunggu.

Sementara lifter Lampung lainnya Mardiana Eka Prasetiya yang turun dikelas Open – 63 gagal mempersembahkan mendali setelah tiga kali berturut-turun gagal dalam angkatan banch press.

Mardiana Eka Prastya mengawali angkatan dengan sangat baik pada squat 175 Kg. Namun pada angkatan ke dua squat 185 Kg gagal, dan kembali berhasil pada angkatan ke 3 squad 185 Kg.

Sayangnya pada angkatan banch press Mardiana yang memulai dengan angkatan 120 Kg gagal tiga kali beruntun. Sehingga pada angkatan deadlift tidak bisa melanjutkan. (*).