oleh

Pegulat Lampung Raih Tiga Medali Perunggu

Harianpilar.com, Bandarlampung – Cabang olahraga Gulat Lampung menoreh prestasi gemilang menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Hal itu terbukti saat tim Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Lampung meraih tiga medali perunggu dalam ajang Kejurnas Padang Open 2024 yang berlangsung 19-25 Juni lalu.

Pelatih gulat Lampung, Dedi Irawan Gultom mengungkapkan kegembiraannya dengan prestasi pegulat mudanya pada kejuaraan nasional di Padang Sumatera Barat.

Pasalnya, mereka telah menunjukkan progress latihan yang cukup baik, dengan meraih 3 medali perunggu di dua kelas putrid dan 1 kelas junior putra.

“Alhamdulillah ada perkembangan positif pada anak-anak kami. Pada Kejurnas kali ini memiliki kanas ke zona medali dan final, namun kami bersyukur masih mampu memberikan hasil positif dengan 3 medali perunggu,” kata Dedi dalam siaran persnya, Senin (8/7).

Dedi menyertakan 7 Pegulat ke Kejurnas Padang Open, dengan hasil 3 medali perunggu. Menurutnya ini merupakan hasil yang melegakan, meski belum berhasil menembus final.

Dua Pegulat PON Lampung yang meraih medali Perunggu pada Kejurnas Padang Open 2024 adalah Noviana yang turun di kelas 68 Kg Putri dan Bunga Aulia di kelas 62 Kg Putri. Sedang satu medali perunggu lainnya di peroleh atlet junior Andreas Panjaitan yang turun di kelas 72 Kg putra.

“Gulat memang spesifik. Memiliki kekhasan tersendiri, karena dalam gulat persaingan akan selalu bergulir sepanjang waktu dan bisa saja saling mengalahkan. Tinggal bagaimana para pegulat itu hadir di arena. Kesiapan mental dan fisiknya saat bertanding waktu itu,” katanya.

Menurut Dedi, kali ini seluruh Pegulat PON Lampung sudah siap tanding. “Secara fisik dan mental anak-anak sudah siap bertanding di PON. Namun kami tetap masih perlu meningkatkan performa mereka dengan banyak menambah pertandingan melalui sparing partner sebelum ke PON XXI nanti,” kata Dedi.

Ini, lanjut Dedi, untuk meningkatkan kemampuan teknik dan mental mereka dalam pertandingan yang sesungguhnya.

“Harus diakui, bahwa kami tidak memiliki tempat latihan yang ideal. Semua dalam keterbatasan yang ada saja. Oleh karenanya, kami menggojlok para Pegulat ini untuk penguatan mental dan fisik bertanding. Dengan fasilitas seadanya kami tidak mengeluh, namun menjadi pemacu agar bisa berprestasi sekuat tenaga kami,” tutur Dedi.

Dengan sarana dan fasilitas yang ada saat ini di GOR Sumpah Pemuda, dirasa sudah cukup membantu. Namun kalau harus pindah lagi, Dedi berharap bisa latihan kembali di Hall C, meskipun situasinya cukup panas. (Ramona/JJ).