oleh

Amalsyah Tutup Sesi Latihan Bersama Atlet PON

Harianpilar.com, Bandarlampung – Ketua Harian (Kahar) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung Brigjen TNI Purn Amalsyah Tarmizi, menutup latihan bersama atlet beladiri PON Lampung dalam rangka ikut meriahkan Pekan Raya Lampung (PRL), Senin (10/7) petang di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim Bandarlampung.

Latihan bersama atlet beladiri PON Lampung dimulai sejak 22 Mei – 10 Juni ini, setidaknya para atlet beladiri PON Lampung itu secara bergantian berlatih di GOR Sumpah Pemuda Way Halim.

Hal tersebut sebagai salah satu wujud dukungan para atlet untuk pelaksanaan PRL. Selain itu latihan bersama juga diharapkan bisa menjadi salah satu motivasi atlet, yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang tinggal menghitung hari.

“Persiapan harus benar-benar matang. Waktu pelaksanaan PON, tinggal sebentar lagi. Kita hitung hari untuk pembukaan pada tanggal 4 September. Waktunya tinggal 86 hari lagi. Latihan bersama ini, juga sebagai salah satu persiapan kita menghadapi PON,” kata Amalsyah.

Dia juga menjelaskan, selain sebagai motivasi dan semangat berlatih, tentunya latihan bersama ada poin lainnya, yaitu mereka para atlet saling mengenal satu sama lain, ya g berbeda cabang olahraga.

Sehingga bisa saling memberikan samangat dan motivasi, baik saat latihan maupun pada pertandingan resmi di PON mendatang.

Kahar juga menambahkan, latihan bersama bisa dijadikan sebagai sparing partner meski berbeda Cabor, namun bisa menjadi tambahan pengalam dan pengetahuan para atlet.

Meski waktu latihan bersama cukup singkat, namun Kahar beeharap bisa menambah pengetahuan dan tehnik dari para atlet seperti boxing dan tinju atau gulat dan judo begitu juga cabang olahraha beladiri lainnya.

Sementara itu menyangkut pelatih yang akan mendampingi atlet di PON mendatang, Amalsyah menegaskan bahwa pada PON kali ini sangat berbeda dengan PON-PON sebelumnya.

Dimana pelatih yang mendampingi atlet berlaga, pelatih yang memiliki lisensi cabang olahraga tersebut sehingga tidak bisa sembarang pelatih.

“Prioritaskan mengirim.pelatih yang sudah ada sertifikatnya. Jadi jangan mengirim pendamping atlet pengurus yang tidak mengerti apa-apa. Jangankan mau ngatur strategi bertanding, nomor-nomor pertandingan aja dia tidak tau, apa jadinya,” lanjut Amalsyah.

Pada kesempatan itu juga dibagikan sepatu untuk para atlet, agar mereka bisa berlatih dengan nyaman dan sepatu diberikan kepada seluruh atlet. (*).

Komentar