Harianpilar.com, Pesawaran – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, bersama Kapolres Pesawaran AKBP Maya Heny Hitijahubessy, turun tangan menyikapi polemik sengketa lahan perkebunan antara masyarakat adat dengan PTPN 7 Way Berulu, yang kini masih saling klaim.
Untuk memastikan siapa pihak yang berhak atas lahan tersebut, Dendi memastikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan lembaga pemerintah pusat yang terkait dengan masalah ini.
“Untuk memastikan kebenaran siapa yang lebih berhak atas lahan itu, kita nanti akan menanyakannya langsung kepada Kementrian ATR/BPN, Kementrian BUMN dan Kementrian Keuangan RI,” ungkap Dendi, saat menggelar pertemuan bersama Kapolres Pesawaran, Sekda, ketua BPN Pesawaran dan sejumlah pejabat Pemkab Pesawaran, yang dilaksanakan di ruang Teluk Ratai, Pemkab setempat, Rabu (20/9).
Menurut Dendi, petemuan ini sebagai upaya mencari solusi atas sengketa lahan perkebunan karet seluas 329 hektare, di Tanjung Kemala, Desa Tamansari, Gedongtataan, Pesawaran, antara masyarakat adat dan PTPN 7 Way Berulu.
Selain itu, kata Dendi, pertemuan ini untuk menyatukan persepsi untuk mendapatkan solusi penyelesaian terkait polemik lahan perkebunan karet seluas 329 hektar yang ada di Tanjung Kemala, Desa Tamansari, Gedongtataan, Pesawaran.
“Pertemuan ini ditujukan guna menyatukan persepsi dari semua pihak terlebih bagi kedua belah pihak yang bersengketa, dalam hal ini pihak PTPN 7 Way Berulu dengan masyarakat adat (Ahli Waris), yang didukung Aliansi Masyarakat Menggugat,” ujar bupati.
Sebab, kata dia, selama ini yang terjadi terkait lahan 329 hektar tersebut, adalah saling klaim dari kedua belah pihak yang menyebut pihaknyalah yang lebih berhak atas penguasaan lahan tersebut.
Terpentingnya lagi, kata Dendi, telah disepakati untuk bersama- sama menjaga kondusifitas keamanan tetap terjaga dalam masyarakat.
Sementara, Kapolres Pesawaran, AKBP Maya Heny Hitijahubessy, mengatakan pihaknya tetap berdiri di tengah (netral) dalam menyikapi polemik yang terjadi antara PTPN 7 dan masyarakat adat.
“Intinya kami dan bupati netral menyikapi hal ini. Kami percaya masyarakat Pesawaran cinta damai, oleh karenanya kami mengajak kepada semua terkait, untuk bersama-sama tetap menjaga kondisifitas wilayah dan masyarakat ,” harapnya.









