oleh

Politisi PDI-P, Angkat Bicara Soal Pengolahan Emas Ilegal

Harianpilar.com, Pesawaran – Anggota DPRD Pesawaran Fraksi PDI Perjuangan, Harno angkat bicara terkait dugaan pengolahan emas ilegal yang berhujung adanya tindak pidana pembacokan terhadap seorang wartawan Ampera News, Faisal.

Ia sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. Menurutnya, insiden penganiyaan semestinya tidak perlu terjadi, apabila pemangku kepentingan dalam hal ini steakholder terkait melakukan penataan dan pembinaan dan tidak melakukan pembiaran terhadap pengolahan emas yang beroperasi selama ini.

” Persoalan pengolahan emas ilegal di Desa Mulya Sari -Way Ratai tersebut termasuk persoalan klasik dan menahun. Seharusnya, dari awal pemerintah daerah mesti hadir dan tanggap terhadap adanya pengolahan emas ilegal ini, ” Ketus Harno, Rabu (7/12/22).

Selain itu, politisi PDI dari dapil 5 itu meminta kepada penegak hukum untuk dapat menelusuri lebih lanjut terkait izin dan dampak lingkungan dari pengolahan emas dengan alat gelundung yang diduga kuat tidak mengantongi izin tersebut.

” Dari insiden ini, tentunya menjadi pembelajaran. Dan bagi aparat hukum ini menjadi pintu masuk untuk menegakkan aturan yang tegas, terkait izin dari pengolahan emas yang ada. Sekaligus dapat menerapkan sangsi hukum terhadap pelaku pengolahan emas ilegal yang beroperasi di Kecamatan Wayratai dan sekitarnya,”

” Sebab informasinya, pengolahan emas ilegal dengan alat gelundung diduga banyak beroperasi di wilayah Kecamatan Wayratai dan sekitarannya, ” Pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Faisal dari media Online Ampera News liputan Pesawaran mendapat perlakuan tidak menyenangkan hingga berhujung pada penganiyaan.

Faisal, dibacok orang tak dikenal (OTD) saat akan konfirmasi terkait keberadaan pengolahan emas ilegal di Desa Mulyosari Kecanatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Senin (05/12/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Faisal mengatakan dibacok oleh terduga pemilik pengolahan emas ilegal saat akan konfirmasi kepada pemilik pengelolaan emas tersebut.

“Ceritanya saya mau konfirmasi karena ada pengolahan emas.Nah saat saya mau konfirmasi, saya tanya siapa yang punya pengolahan emas itu, orang itu bilang dia yang punya,Terus bilang kamu ngambil foto ya? Belum sempat saya jawab orang itu langsung mukul saya pakai kayu. Setelah itu, orang itu langsong ngebacok saya dan saya langsung lari,” Ungkap Faisal saat dikonfirmasi oleh awak media melalui sambungan ponsel, Senin (05/12/2022).

Dia mengaku tidak tahu identitas orang yang membacok dirinya itu namun orang yang membacok dia tersebut mengaku pemilik pengolahan emas ilegal yang ada di Desa Mulyasari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran.

” Saya enggk kenal sama orang yang ngebacok saya itu. Tapi waktu saya konfirmasi, orang itu ngaku dia yang punya pengolahan emas ilegal yang ada di dekat lokasi saya dibacok. Atas kejadian tersebut, saya sudah laporan ke Polsek Padang Cermin dan sekarang mau buat laporan ke Polres Pesawaran masih dalam perjalanan,” Kata dia. (fahmi)