oleh

Dipimpin Arinal, Angka Kemiskinan Turun, Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dibawah kepemimpinan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, garis kemiskinan Provinsi Lampung mengalami kenaikan 4,35% atau naik menjadi Rp514.039  per Maret 2022 dan tingkat kemiskinan turun sebesar 0,10 poin. Hal tersebut mengindikasikan tingkat pendapatan penduduk miskin Provinsi Lampung mampu mengimbangi kenaikan garis kemiskinan. Disisi lain, Provinsi Lampung juga mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi dari seluruh Provinsi yang ada di pulau Sumatera pada triwulan II tahun 2022.

Disadur dari wikipedia, garis kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Endang Retno Sri Subiyandani, S. Si., merinci garis kemiskinan Lampung (Rp/Kapita/Bulan) pada tahun 2017 pada bulan Maret sebesar 384.882 dan bulan September sebesar Rp390. 183; Tahun 2017 Maret (402.307) dan September (409.881); kemudia Tahun 2019 Maret (418.309) September (434.675). Selanjutnya, pada Tahun 2020 pada bulan Maret sebesar 453.733 dan bulan September sebesar 457.495. Tahun 2021 tercatat Maret (471.439) September (492.620).

“Terakhir Maret Tahun 2022 mencapai Rp514.039,” terang Endang dalam kegiatan Seminar dan Rapat Kerja Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, di Bukit Randu Hotel & Resto Bandar Lampung, Sabtu (6/8).

Menurutnya, angka kemiskinan Lampung pada Maret 2022 mengalami penurunan dibandingkan September 2021, dari 11,67% menjadi 11,57%. “Penurunan angka kemiskinan Lampung lebih rendah dari penurunan angka nasional,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pada Kegiatan Seminar Nasional Jillid 4 di Balroom Hotel Novotel, Jumat (5/8), mengatakan, ekonomi Lampung tahun 2021 tumbuh 2,79 % (y-on-y), meningkat jika dibandingkan ekonomi Lampung tahun 2020 yang berkontraksi sebesar 1,67 % (y-on-y). Selain itu struktur ekonomi Provinsi Lampung didominasi oleh Sektor Pertanian (dalam arti luas), Industri Pengolahan serta Perdagangan Besar dan Eceran. Posisi Strategis Provinsi Lampung sebagai tempat perlintasan dari beberapa Provinsi di Sumatra menuju Pulau Jawa atau sebaliknya berpengaruh terhadap aktivitas kegiatan usaha dan kinerja ekonomi Provinsi Lampung.”IPM Provinsi Lampung tahun 2021 meningkat sebesar 69,9 poin dibandingkan IPM tahun 2020,” tegas Arinal

Rata – rata pengeluaran perkapita sebulan Provinsi Lampung tahun 2021 meningkat menjadi Rp 1.030.579 dan NTP Provinsi Lampung tahun 2021 meningkat sebesar 101,23 persen dibandingkan NTP Tahun 2020.

Arinal juga menjelaskan Inflasi Gabungan Provinsi Lampung cukup stabil dan terkendali sebesar 2,19 % pada tahun 2021. Ketimpangan pendapatan (Indeks Gini) Provinsi Lampung termasuk dalam kategori sedang sebesar 0,314 % pada tahun 2021. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Lampung tahun 2021 mencapai (4,69%) lebih rendah dari rata-rata Nasional (6,49 %).

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menyampikan Angka kemiskinan Provinsi Lampung mengalami penurunan yang cukup signifikan dari 12,62% per Maret 2021 menjadi 11,57% per September 2021, berada di bawah rata-rata nasional yang sebesar (9,71%).

Kinerja dalam pengentasan kemiskinan di Provinsi Lampung Tahun 2021 cukup baik. “Tahun 2020 tingkat kemiskinan Provinsi Lampung menempati peringkat 12 Nasional, dan tahun 2021 Provinsi Lampung mengalami pengurangan angka kemiskinan lebih baik menjadi peringkat 14 Nasional”, pungkasnya.

Diketahui, Seminar ini dihadiri oleh Menteri BUMN RI Erick Thohir, Anggota DPR RI, Anggota DPRD Lampung,  serta 7 direktur utama BUMN yang terdiri dari direktur utama PT Telkom Indonesia, direktur utama PT RNI, direktur utama PT Asuransi Jasindo, direktur utama PT PLN, direktur utama PT PTPN 7, direktur utama PT Bank Mandiri, direktur utama PT PUSRI dan Bupati/walikota se-Lampung. (*)