oleh

Membongkar Dugaan ‘Mainan’ Tender Proyek Disdikbud Lampura

Harianpilar.com, Bandarlampung – Proses tender proyek milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tahun 2022 diduga kuat sarat permainan. Hal itu terlihat dari adanya beberapa rekanan yang bisa memenangkan tender banyak proyek dengan nilai penawaran yang sangat mendekati Harga Perkiraan Sendiri (HPS), mayoritas peserta tender sama, bahkan terdapat penawaran yang sama dari perusahaan yang berbeda.

Dari penelusuran dan dokumen yang diperoleh Harian Pilar, terdapat beberapa perusahaan yang memenangkan banyak proyek dengan penawaran yang sangat mendekati HPS bahkan penurunnya kurang dari 1 persen, peserta mayoritas sama bahkan terdapat nilai penawaran sama persis dari perusahaan yang berbeda.
Hal itu mengindikasikan adanya kesamaan dokumen teknis dan dugaan adanya beberapa perusahaan dibawah satu kendali.

Hal ini mengindikasikan adanya praktik persekongkolan dalam tender dan persaingan usaha tidak sehat sebagaimana yang dimaksud Peraturan Presiden (Perpres) tentang pengadaan barang dan jasa, serta Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Dalam aturan-aturan itu disebutkan beberapa indikator persekongkolan dalam tender. Diantaranya, terdapat kesamaan dokumen teknis, seluruh penawaran dari penyedia mendekati HPS, adanya keikutsertaan beberapa penyedia barang/jasa yang berada dalam 1 (satu) kendali, hingga adanya kesamaan isi dokumen penawaran.

Seperti CV. Yusman Brothers. Perusahaan ini memenangkan tiga paket proyek sekaligus dengan penawaran sangat dekat dengan HPS bahkan kurang dari 1 persen, peserta tender mayoritas sama, dan terdapat nilai penawaran yang sama persis dengan perusahaan lain. Tiga paket yang dimenangkan CV. Yusman Brothers itu adalah pembangunan ruang laboratorium komputer dan pembangunan ruang UKS beserta perabotannya SDN Lubuk Rakam dengan HPS Rp267.652.603 dimenangkan CV. Yusman Brothers dengan penawaran Rp266.542.000 hanya turun Rp1,1 juta atau 0,4 persen dari HPS.

Kemudian proyek pembangunan ruang UKS beserta perabotannya SMPN 5 Sungkai Utara dengan HPS Rp236.125.000 dimenangkan CV. Yusman Brothers dengan penawaran Rp233.026.032 turun Rp3 juta atau 1,3 persen dari HPS. Proyek pembangunan laboratorium dan pembangunan perpustakaan beserta perabotannya SDN Purba Sakti dengan HPS Rp379.253.998 dimenangkan CV. Yusman Brothers dengan penawaran Rp378.127.000 hanya turun Rp1,1 juta atau 0,2 persen dari HPS.

Indikasi adanya persekongkolan dan persangingan usaha tidak sehat dalam tender proyek Disdikbud Lampura tahun 2022 ini semakin terlihat dari adanya penawaran yang sama persis dari dua perusahaan yang berbeda, yakni pada proyek pembangunan ruang UKS beserta perabotannya SMPN 5 Sungkai Utara dengan HPS Rp236.125.000. Dalam tender proyek ini hanya terdapat dua peserta dan keduanya memasukkan penawaran dengan nilai sama persis, yakni CV.Sumber Karya Abadi dan CV. Yusman Brothers yang sama-sama memasukkan penawaran Rp233.026.032.

Indikasi tender proyek-proyek ini dikondisikan juga semakin terlihat dari peserta tender yang mayoritas sama, peserta tender 3 proyek itu adalah CV. Yusman Brothers, CV.Sumber Karya Abadi, dan CV. Waylunik.(BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR. EDISI SENIN 18 JULI 2022)