oleh

Polres Way Kanan Periksa 18 Saksi Dugaan Malpraktik RSHK

Harianpilar.com, Way Kanan – Guna menemukan titi terang soal dugaan Malpraktik yang dilakukan pihak Rumah Sakit Haji Kamino (RSHK) saat ini Polres Waykanan terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Hal tersebut dikatakan Kapolres Way Kanan AKBP. Teddy Rachesna melalui Kasat Reskrim AKP. Andre Try Putra didampingi Kanit Tipidter Ipda Riski Aulia. Dia mejelaskan saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 18 orang saksi terkait dugaan kasus tersebut.

“Untuk progresnya saat ini kami masih melakukan tahap penyelidikan, terutama memeriksa saksi saksi. Total sudah 18 orang yang sudah kita periksa,” ucap Kasat Reskrim Polres Way Kanan AKP. Andre Try Putra saat di konfirmasi wartawan, Rabu (23/3).

Ia menambahkan, adapun pihak-pihak yang ditelah dilakukan pemeriksaan penyidik yaitu keluarga korban terdiri dari ibu, adik dan kakak korban. Sedangkan dari pihak Rumah Sakit terdiri dari sejumlah dokter, dan petugas terkait lainnya.

“Untuk tahap selanjutnya, kita akan lakukan autopsi terhadap korban. Tapi kita masih menunggu dari ahli Forensik. Kapan waktu autopsinya nanti kami informasik,” katanya.

Kuasa Hukum Pelapor, Anton Heri  mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal dan mendukung pihak Kepolisian agar kasus ini cepat terungkap.

“Kita akan kawal terus kasus ini supaya cepat terungkap. Dan hukum dapat ditegakkan se adil adilnya. Kita juga mengapresiasi langkah kepolisian yang sudah bergerak cepat melakukan penyelidikan,” ujar Anton.

Saat ini pihak keluarga juga telah menyepakati dan membuat surat pernyataan bahwa keluarga korban siap menerima kapan pun Autopsi itu akan dilakukan.

“Surat pernyataan kesiapan Keluarga untuk dilakukan Autopsi terhadap korban sudah di buat. Jadi, kapanpun Autopsi itu dilakukan keluarga sudah siap. Lebih cepat lebih baik,” pungkasnya.

Seperti di beritakan sebelumnya Happy Sasmita (18) warga Banjar Baru, Kecamatan Baradatu Way Kanan  melakukan operasi mata ikan pada kaki di RSHK Baradatu. Namun setelah melakukan operasi banyak kejanggaln terjadi, seperti mulut melepuh, mimisan dihidung dan BAB mengeluarkan darah, hingga akhirnya meninggal dunia.

Keluarga pasien menduga, pihak RSHK lalai dalam menjalankan praktiknya pada sang pasien, sehingga mengakibatkan pasien tersebut meninggal dunia. Padahal pasien hanya melakukan operasi kecil, yaitu pengangkatan mata ikan di jari kaki.

Atas dugaan Malapraktik itu, pihak keluarga akhirnya memilih menempuh jalur hukum, dan telah melapor ke Polres Way Kanan pada Jum’at 11 Maret 2022 yang lalu. (Eeng)