Harianpilar.com, Metro – Dinas Perhubungan (Dishub) mengaku tengah mempersiapkan pemasangan parkir elektronik (E-Parking) di lokasi Pasar Cenderawasih bulan ini. Rencana itu ditegaskan Kepala Dishub Kota Metro Zulfikri, Jum’at (11/10/2019).
“Iya, kita sudah mulai mempersiapkan. Akhir Oktober ini rencananya kita akan mulai pasang E-Parking. Karena lokasi halaman Pasar Cenderawasih telah diserahkan ke pemkot paska penandatanganan addendum,” ujarnya.
Ia menyampaikan, untuk pengelolaan di lokasi Pasar Cenderawasih rencananya masih akan diberlakukan sama. Namun, tidak dihitung dari per jam parkir kendaraan. Untuk sementara tarif parkir tetap flat.
“Nanti kita bahas lebih lanjut. Sementara ini sistem tarif diberlakukan flat. Hanya saja dengan adanya E-Parking ini kita bisa lihat berapa pendapatan yang kita peroleh secara riil. Sehingga tidak ada kebocoran,” katanya lagi.
Selain lokasi halaman Pasar Cenderawasih, Zulfikri mengaku, sistem serupa juga akan diberlakukan di lokasi Komplek Pertokoan Sumur Bandung. Nantinya, di lokasi tersebut akan dibagi lokasi masuk E-Parking.
“Jadi di pintu masuk akan kita bagi menjadi dua. Nah, pengunjung dipersilahkan mau parkir di lokasi yang mana. Mau di lokasi parkir Chandra atau di lokasi komplek Sumur Bandung, kan ada dua pintu,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Metro Basuki menilai penerapan e-parking sudah lama diusulkan pihak dewan, bahkan dari periode yang lalu. Namun baru satu yang terealisasi di RSUD Ahmad Yani.
“Kita beberapa kali minta ada inovasi dan kreatifitas dari SKPD dalam menggali dan merealisasikan target PAD. Apalagi kalau tahu ada potensi. Karena PAD Kota Metro masih terbilang kecil. Ini dikarenakan masih belum tergalinya potensi-potensi daerah untuk menghasilkan kontribusi,” bebernya.
Salah satunya adalah penerapan e-parking yang banyak belum terealisasi meski telah lama dianggarkan dan direncanakan. Pihaknya juga menilai perlu peningkatan pengawasan di lapangan agar potensi-potensi PAD dapat digali secara maksimal.
“Karena itu, diperlukan strategi yang efektif. Baik dari sektor pengawasan, perencanaan, dan penggalian potensi,” tandasnya. (Zuli)









