oleh

Wakapolda Kunjungi Polres Pesawaran

Harianpilar.com, Pesawaran – Waka Polda Lampung Brigjen Pol Teddy Minahasa SH.SIK, didampingi Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Drs. Yosihariyoso, MSi, Dir Intelkam Kombes Pol Drs. Amran Ampulembang, MSi, beserta rombongan, melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di Polres Pesawaran, Rabu (27/03/2019).

Kunjungan para petinggi Polda Lampung di Mapolres Pesawaran disambut Langsung Oleh Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro, SIK, SH dan seluruh pejabat utama (PJU) para kasat, Kapolsek jajaran, Perwira dan seluruh bintara Polres Pesawaran.

Tidak ketinggalan Polisi Cilik (Pocil) Polres Pesawaran juga turut menyambut para Pati Polda Lampung. Dengan mengalungkan selendang tapis, kemudian tari penyambutan (tari sembah) dan jarmat dari Polwan Polres Pesawaran lalu Pedang Pora oleh Perwira Polres Pesawaran.

Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, sementara ini jajaran Polres Pesawaran baru memiliki 4 Polsek yaitu Polsek Gedongtataan, Padang Cermin, Kedondong dan Tegineneng.

Dalam rangka menyambut pemilu 17 April yang sudah tinggal hitungan hari, jajaran Polres dan Polsek terus melakukan colling system baik kepada masyarakat sampai dengan tingkat TPS yang ada.

Sedangkan, untuk aliran radikal di Polres Peswaran bisa dikatakan tidak ada. Kemudian terkait iklim politik di Pesawaran sambung Popon, pemetaan politiknya cenderung stabil. Namun demikian pihaknya tetap melakukan penggalangan dan pendekatan kepada elemen masyarakat.

“TPS sangat rawan bisa ditekan menjadi rawan karena program cooling system, selanjutnya kami dari Polres Peswaran meminta petunjuk kepada Jenderal/Waka Polda terkait pengamanan pemilu 2019 yang akan kita hadapi agar dapat terlaksana dgn baik aman, damai dan sejuk,” ucap Kapolrez Popon.

Sementara, Wakapolda Lampung, Brigjen Tedy Minahasa,SH,SIk mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diterimanya. Dan ia mengingatkan, bahwa Pemilu 2019 ini dilaksanakan secara serentak. Dan dari jumlah TPS yang ada di Pesawaran ini, tentunya sangat tidak sebanding degan jumlah anggota yang ada.

Karena sebut dia, tidak setiap anggota menghendel 1 TPS berarti apa yang dilakukan oleh anggota apabila terjadi keributan di TPS nanti, maka harus segera memberikan informasikan kepada atasan apa yang terjadi di TPS.

“Keterbatasan personil, kemampuan personil, baik transportasi, komunikasi yang terbatas, hendaknya saudara-saudara harus dapat membaca situasi di daerah TPS saudara,” himbau Wakapolda, Brigjen Tedy Minahasa.

Terkait strategi tersebut katanya, petugas mesti dapat merangkul potensi masyarakat, dan stek holder. Disisi lain lanjutnya, orentasi medan dimana tempat TPS, dengan wajib mengetahui potensi di tempat bertugas.

“Saudara mesti harus kenal siapa penyelenggaranya, siapa tokohnya, karena itu merupakan kekuatan saudra nanti, dan pelajari dinamika politiknya ditempat dimana anda ditugaskan,” terang Tedy. (Fahmi)