Harianpilar.com, Jakarta – Ketua KPU Arif Budiman menegaskan pemilih yang turut serta didata pihaknya ialah orang dengan gangguan jiwa tidak permanen alias tak dikategorikan sebagai gila.
Ia menuturkan, Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya pada tahun 2008 menetapkan, warga negara yang mengalami gangguan jiwa namun masih memiliki kesadaran untuk memilih, diperkenankan untuk menyalurkan suaranya.”Kami mendata orang-orang yang sedang menjalani rehabilitasi. Jadi, istilahnha bukan orang gila, tapi orang dengan gangguan jiwa masih boleh memilih. Kok, sekarang isunya KPU membolehkan orang gila ikut memilih?” jelas Arif, seperti dilansir inilah.com, Selasa (12/02/2019).
Ia menambahkan, orang stres dengan yang dikategorikan gila merupakan dua kategori gangguan jiwa yang berbeda.Adapun oramg gila, katanya, mengalami gangguan jiwa permanen yang secara otomatis tidak memiliki kesadaran untuk memilih saat pemilu nanti.
Ketua KPU pun mengatakan jika bicara stres, dirinya mungkin dapat dibilang mengalami gangguan jiwa tersebut namun bukan mengalami kegilaan.”Saya saja yang setiap saat mikirin kotak suara, surat suara, kadang stress dan kalau diperiksa mungkin dibilang terkena gangguan jiwa. Nah, yang penting tidak gangguan jiwa permanen, mampu memilih dalam pemilu,” katanya.
Arif Budiman menampik isu yang menyebutkan pihaknya membolehkan orang gila memilih saat Pemilu 2019.Ia menegaskan, isu yang menyebutkan KPU mendata calon pemilih dengan status gila ke daftar pemilih tetap (DPT) pemilu nanti merupakan hoaks.
“Itu hoaks. KPU dibilang sudah mendata orang gila dalam daftar pemilih. Saya tahu informasi bohong ini menyebar,” ujar Arif.
Ia menegaskan, KPU hanya mendata dan mendatangi warga yang mengalami gangguan jiwa alias stres, bukan gila. Dirinya memastikan orang gila tidak memiliki hak memilih saat pemilu.Ia pun mengaku heran dengan kemunculan isu seperti ini di masa semakin dekatnya berlangsung pemilu yang tinggal hitungan dua bulan lagi.
“KPU hanya mendata warga sebagai pemilih yang memiliki kesehatan jiwanya terganggu, bukan orang gila yang nggak pakai baju dan makan apa saja di jalan,” katanya. [inl]









