Harianpilar.com , Lampung Barat – Pengajuannya tidak disetujui Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Barat (Lambar) tidak mengadakan pasar murah pada Ramadhan 1439 H ini.
Kabid Dinas Perdagangan Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan Sri Hartati mengatakan pihaknya sudah mengajukan usulan pengadaan paar murah. “Ramadhan tahun 2018 ini kami pastikan tidak ada pasar murah, karena dari provinsi tidak diadakan meskipun kami sudah mengajukan usulan,” kata dia.
Ia menambahkan, harga sembako saat ini cenderung stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jadi meskipun tidak ada pasar murah, diharapkan harga tidak melonjak drastis. “Saat ini harga sembako masih stabil, hanya saja dua komoditi saja yang sedikit naik, yakni harga telur ayam ras dan harga daging ayam. Harga telur sebelumnya Rp45 ribu saat ini naik Rp49 ribu. Sedangkan daging ayam sebelumnya Rp45 ribu per kilogram saat ini naik Rp50 ribu per kilogram. Kedua komoditi tersebut memang sering mengalami kenaikan terutama saat permintaan meningkat,” jelas Sri.
Untuk menjaga kestabilan harga dan memantau selama Ramadhan, pihaknya juga telah menyiapkan setidaknya lima titik pantau.
“Kita memiliki lima titik pantau pasar untuk mengetahui harga sembako, kelima titik pantau tersebut takni Pasar Sumberjaya, Kebuntebu, Way Tenong, Balikbukit dan pasar Bandar Negeri Suoh (BNS), dari semua titik pantau itu ada petugasnya masing-masing,” kata Sri.
Selain sembako Diskoperindagsar juga memantau makanan atau jajanan ringan seperti cendol yang menggunakan pewarna. “Kami juga sidak para pedagang makanan ringan, seperti cendol karena memasuki puasa banyak pedagang dadakan muncul, namun hasil sidak kita sampai saat ini masih relatif aman dan tidak ada yang menggunakan zat pewarna yang membahayakan,” ungkap dia.
Sementara di singgung terkait Sarden yang sempat marak beredar mengandung cacing, saat ini sudah dipastikan aman. “Memang beberapa pekan lalu hasil sidak kami terkait sarden ada yang mengandung cacing, seperti sarden merk Bitan Mekarel dan ABC Mekarel, tetapi saat ini sudah aman bahkan para pedagang juga sudah enggan untuk menjualnya karena tidak laku lagi,” jelas Sri.(Mar/Lis)









