oleh

Dendi Perekat Kemajemukan Pesawaran

Harianpilar.com, Pesawaran – Kabupaten Pesawaran merupakan miniatur Indonesia. Sebab, Masyarakat Pesawaran terdiri berbagai suku yang hidup rukun. Kemajemukan suku budaya justru menjadi aset daerah yang harus terus dilestarikan dan dijaga.

Bupati Pesawaran Dendi Rahamdhona Kaligis merekatkan kemajemukan itu dengan berbagai hal, salah satunya dengan menggelar pentas seni budaya nusantara dan dialog empat Pilar Kebangsaan di Gedung Serba Guna (SGS) Pemkab setempat.

Menurut Dendi, Bumi Andan Jejama itu sangat kaya dengan ragam seni dan budaya termasuk berbagai suku bangsa yang ada dengan berbagai tradisi masing-masing, sehingga Pesawaran bisa disebut sebagai Indonesia mini. Karenanya, semua itu adalah aset yang harus dijaga, sehingga tetap lestari, meski globalisasi terus menyerang di semua lini.

Kesadaran untuk terus menerus mengembangkan dan melestarikan seni budaya daerah, kata Dendi, pada hakikatnya sangat penting di pahami dan dimengerti secara benar oleh warga negara Indonesia pada umumnya dan masyarakat Pesawaran pada khususnya. Oleh karenanya, lanjut Dendi, kesadaran untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya daerah bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggungjawab bersama, baik seniman, budayawan, masyarakat maupun pemerintah.

“Terselenggaranya Pentas Seni Budaya Nusantara sebagai wujud penghargaan dan kecintaan terhadap budaya warisan leluhur, juga ajang untuk membangkitkan kembali khasanah budaya daerah Kabupaten Pesawaran di tengah gempuran budaya dari luar yang terkadang tidak sesuai dengan budaya daerah atau bangsa Indonesia,” ucap Dendi.

Dendi berharap kepada seniman, budayawan, cendekiawan, usahawan dan masyarakat, untuk proaktif dalam memprakarsai dan menyokong upaya-upaya pengembangan seni dan budaya, melalui berbagai kegiatan, diantaranya peningkatan frekuensi pentas seni dan budaya daerah, khususnya budaya daerah Pesawaran, mengemas seni budaya dalam dalam karya seni yang kreatif dan menarik, dan pengenalan seni dan budaya kepada masyarakat yang diperluas.

“Dengan menyalurkanlah bakat seni pada tempatnya, tentunya akan menghasilkan kreativitas seni dan dapat menghindarkan akan aktivitas-aktivitas negatif, terutama para generasi muda kita. Tentunya kreativitas seni dengan tidak melupakan akar budaya kita sendiri,” ungkapnya.

Selanjutnya, dengan diadakannya dialog empat pilar kebangsaan Dendi mengharapkan juga dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara. Juga diharapkan dapat bermanfaat guna menanamkan rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, serta memperkuat potensi integrasi bangsa seperti gotong royong, kerukunan umat beragama, suku, golongan dan lain sebagainya dalam bingkai NKRI.

“Momentum ini dapat dijadikan sebagai pembangkit semangat membangun kesadaran kita semua untuk semakin memahami empat pilar kebangsaan yang merupakan dasar dan acuan bagi kita semua dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara, hidup berdampingan dengan rukun dalam bingkai NKRI. Dengan demikian Bumi Andan Jejama ini akan semakin aman, nyaman dan damai,” himbau Dendi.

Hadir pada acara pentas seni budaya nusantara dan dialog empat pilar kebangsaan Anggota DPR-RI Zulkifli Anwar, Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran (M Nasir), Jajaran Forkopimda Pesawaran, Wakil Bupati Pesawaran Eriawan, dan para Pejabat Struktural di lingkungan Pemkab Pesawaran. (Fahmi/Maryadi)