oleh

PP-KB Pesawaran Tempatkan Waylayap Sebagai Kampung KB

Harianpilar.com, Pesawaran – Untuk menekan angka pernikahan dini dan anak putus sekolah di Desa Waylayap, Kecamatan Gedongtataan. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP-KB) Kabupaten Pesawaran, tempatkan Desa Waylayap sebagai Kampung KB.

“Angka pernikahan dini dan anak putus sekolah di Desa Waylayap masih relevan cukup tinggi. Karenanya ditahun 2018 ini, dari 19 Desa yang ada diwilayah Kecamatan  Gedongtataan, Desa Waylayap kita dahulukan dibentuk Kampung KB,” kata Maisuri, Kadis PP-KB Kabupaten Pesawaran, saat sosialisasi Pembinaan Program Kampung KB di Desa Waylayap, Jum’at (4/5/2018).

Dijelaskan Maisuri, pada tahun 2018 ini, dari 11 kecamatan di Kabupaten Pesawaran pihaknya berupaya keras dalam membentuk ketahanan keluarga dan melakukan pembinaan terhadap kader PPKBD, sehingga diharapkan kedepan dapat meningkatkan dan mewujudkan norma keluarga kecil bahagia sejahtera (NKKBS) melalui program Kampung KB.

“Dari kreteria kampung KB, untuk Kecamatan Gedongtataan kita memilih Desa Waylayap, mengingat angka pernikahan dini dan anak putus sekolah agak tinggi. Kemudian untuk di Kecamatan Waylima yang kita pilih Desa Gunung Rejo dan itupun sudah terbentuk kampung KB. Menyusul kecamatan lainnya dan saat ini kita sedang lakukan sosialisasi terkait pembinaan kader kampung KB,” ungkapnya.

Kemudian terkait insentif bagi 1048 Kader PPKBD yang sudah terbentuk, Maisuri menuturkan bahwa pihak pemda dari tahun lalu telah mengalokasikan anggaran khusus melalui APBD sebesar Rp 65.000.-/bulan. Sedangkan pada tahun 2018 ini sebanyak 288 kader dari 1048 Kader PPKBD mendapatkan dana tambahan dalam bentuk Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB)  dari alokasi anggaran APBN pusat sebesar Rp150.000,-/bulan.

“Untuk insentif kader PPKBD, setiap desa diambil dua orang yakni ketua dan wakilnya saja yang menerima dana tambahan BOKB. Dan pada tanggal 8 Mei ini, bersamaan Rakerda PPKBD tunjangan perdana selama 4 bulan ditahun 2018 bisa diterima oleh mereka,” ujarnya.

Sementara dengan ditempatkannya Desa Waylayap sebagai kampung KB, Kades Waylayap, Ismed Inanu, sangat menyambut baik. Dia berharap, Desa Waylayap yang saat ini merupakan desa yang mendominan akan angka pernikahan dini dan anak putus sekolah untuk diwilayah Pesawaran, kedepannya melalui peran serta kader PPKBD dan aparatur desa dapat menurun. Namun begitu ia juga menghimbau kepada warganya untuk turut mendukung adanya kampung KB dengan tidak lagi melangsungkan pernikahan dini.

“Tentunya saya dan aparatur desa bersama dengan kader PPKBD berupaya melakukan pendekatan kepada warga dalam menekan terjadinya pernikahan dini, terutama kepada kaum muda guna memberikan pemahaman supaya tidak menikah dini.

Dia juga menghimbau kiranya untuk menerapkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), untuk memberikan jarak kelahiran. Dan khusus kepada pak Bupati saya mewakili warga menyampaikan ucapan terimakasih atas kepedulian beliau menempatkan Desa Waylayap ditahun 2018 ini sebagai kampung KB pertama dibentuk untuk di Kecamatan Gedongtataan,” terang Ismed. (Fahmi/Mar)