Harianpilar.com, Pesawaran – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Pesawaran Drs Syukur memenuhi janjinya terkait desakan ormas MAC Laskar Merah Putih (LMP) untuk dapat duduk bersanding bersama dengan tim panitia verifikasi calon kepala desa (Cakades) PAW Desa Baturaja, yang dianggap kurang obyektif dan transparan dalam menentukan dan menetapkan kelulusan calon kades PAW.
Ditemui usai pertemuan, Drs Syukur mengungkapkan,hasil dari pertemuan itu lanjutnya, telah dosepakati keduanya, bahwa calon yang tidak lolos karena merasa dicurangi atau karena panitia tidak transparan. Untuk membuat laporan secara tertulis berikut dengan poin- poin yang menjadi dasar terjadinya kecurangan dan tidak transparannya tim penilai, saat digelarnya tes seleksi tersebut.
“Unsur tim verifikasi, penguji dan penilai seleksi calon kades Baturaja sudah searing bersama dengan pihak LMP. Dan hasil kesepakatannya, calon yang tidak lolos dan keberatan atas hasil tes (Hendra Wijaya- red) untuk membuat laporan tertulis berikut poin- poin yang menjadi dasarnya” ujar Syukur, Selasa (24/4/2018).
Dan setelah disampaikan secara tertulis terkait penolakan dan keberatan calon yang dirugikan, sambung syukur, tentunya pihak Tim penguji dan penilai yang tergabung dari beberapa unsur tadi, tentunya akan melakukan pengkajian dan penilaian akan kebenaran fakta yang terjadi sesuai dengan isi surat yang dilaporkan secara tertulis tersebut.
“Nanti setelah Tim melakukan kajian dan penilaian atas surat laporan itu, selanjutnya Tim itu sendiri yang akan menyepakati untuk memutuskan diulang tidaknya tes seleksi calon kades itu,” ulas Syukur.
Menyikapi kesepakatan, izhar perwakilan Ormas LMP mengatakan, untuk sementara ini pihaknya sepakat dengan usulan yang diminta oleh Tim seleksi dengan membuat surat pernyataan keberatan hasil keputusan dan ketetapan tim panitia seleksi kades beberapa waktu lalu.
“Bagi kami itu akan dapat dijadikan dasar, agar tes seleksi calon dapat di gelar ulang. Itu aja yang kami tangkap dari maksud pembuatan laporan tertulis itu,” pungkasnya. (Fahmi)









