oleh

Banjir Lamtim Rendam 8.940 Hektare Sawah

Harianpilar.com, Lampung Timur – Banjir yang terjadi pada sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) pada Januari hingga Maret 2018 telah merendam sedikitnya 8.940 hektare sawah.

“Sawah yang terdampak banjir seluas 8.940 hektare,” kata Muhamad Yusuf HR, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur, di Lampung Timur, Senin, ketika ditanya dampak banjir terhadap areal persawahan petani yang terjadi pada Januari hingga Maret 2018 ini.

Dia menyebutkan lahan persawahan yang puso atau gagal panen sebanyak 3.966 hektare. Menurut dia, areal persawahan yang terendam dan puso akibat banjir itu tersebar pada 24 kecamatan di Lampung Timur.

“Yang terdampak itu merata hampir semua kecamatan terkena, taksiran kerugian lebih kurang Rp47 miliar, asumsinya Rp12 juta per hektare,” katanya lagi.

Yusuf menyatakan tidak ada bantuan ganti rugi dari dinasnya kepada petani yang sawahnya terdampak banjir itu, namun pihaknya akan mengusulkan ke pemerintah pusat agar ada bantuan.

“Akan kami usulkan untuk dapat bantuan dari pemerintah pusat,” katanya lagi.

Sebelumnya, Yusuf menjelaskan, dari data sementara luas areal pertanian yang terendam akibat banjir mencapai  8.940 hektar. “Itu baru data sementara, karena belum data masuk,” jelas MYunus.

Dilanjutkan, setelah data dampak banjir masuk maka Pemkab Lamtim melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan mengajukan usul bantuan benih kepada pemerintah pusat.

Untuk diketahui, banjir di wilayah Lamtim mengakibatkan ribuan hektar areal pertanian dan ratusan penduduk yang tersebar di 5 kecamatan terendam. Masing-masing, di Kecamatan Sukadana, Batanghari, Bumiagung, Way Bungur dan Margatiga.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Timur Zaeful Bokhari menjelaskan, selain membahas upaya penyaluran bantuan bagi warga yang mengalami kegagalan panen. Rapat koordinasi tersebut juga membahas langkah penanganan pasca banjir. Antara lain terkait, infrastruktur dan rumah penduduk yang mengalami kerusakan serta pelayanan kesehatannya.

“Kami akan berupaya agar pasca banjir, tidak mengganggu perekonomian masyarakat,”jelas Zaeful usai rapat koordinasi dengan para kepala organisasi perangkat daerah serta perwakilan dari Polres dan TNI. (Mar/Can)