oleh

Kepala Desa Sukajaya Lempasing Diduga Tilep Dana Desa

Harianpilar.com, Pesawaran – Kepala Desa Sukajaya Lempasing, Kecapatan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran diduga menilep Dana Desa untuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tahun 2017 sebesar Rp80 juta.

Bendahara BUMDes Sukajaya Lempasing Siti Komariyah mengatakan pada tanggal 14 Agustus tahun 2017 Kepala Desa Sukajaya Lempasing A. Zaenuri, S.Pd. I mentransfer dana ke rekening BUMDes sebesar Rp95 juta. Kemudian pada tanggal 22 Agustus tahun 2017, Kepala Desa (Kades) Sukajaya Lempasing A. Zaenuri, S.Pd. I bersama Ketua BUMDes Hermasnyah dan Bendahara Siti Komariyah menarik dana tersebut sebesarRp80 juta.

“Setelah ditarik, dana tersebut diminta semua oleh Pak Kades A. Zaenuri,” kata Siti Komariyah, Jumat 30/3).

Hal yang sama juga disampaikan Ketua BUMDes Hermansyah. Dia mengatakan bagaimana BUMDes Desa Sukajaya Lempasing mau berjalan kalau dananya diminta Kades. “Bagaimana BUMDes mau berjalan kalau dana pencairan pertama sebesar Rp80 juta diminta semua oleh Kepala Desa,” katanya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan sejak dana tersebut diminta, Kepala Desa tidak pernah memberi tahu peruntukan dana tersebut. Padahal, berdasarkan kesepakatan awal, dana tersebut akan dibelikan mobil untuk mengangkut sampah warga setempat. “Kita akan rekrut petugas untuk mengangkut sampah warga. Setiap warga akan dikenakan biaya operasional dan menggaji petugasnya,” katanya.

Sementara Kepala Desa Sukajaya Lempasing A. Zaenuri, S.Pd. I mengaku dana sebesar Rp80 juta untuk membeli satu buah mobil. “Kita sudah membeli satu buah mobil L 300, dan sudah di DP Rp40 juta. Sedangkan dana yang Rp20 juta untuk biaya modal operasional termasuk gaji petugas penarik sampah dan sisanya lagi Rp20 juta untuk membangun Balai Desa,” kata Zaenuri.

Ketika ditanya bagaimana BUMDes mau berjalan kalau dana pencaian pertama sebesar Rp80 juta diminta semua, dia mengatakan kalau dananya masih ada. Dia beralasan kepengurusan BUMDes tidak ada yang aktif. “Pengurus BUMDes tidak pernah koordinasi, makanya mau kita ganti,” tegasnya.

Kemudian ditanya antara Kepala Desa Sukajaya Lempasing A. Zaenuri sering ketemu dengan Bendahara BUMDes Sukajaya Lempasing Siti Komariyah disebuah sekolah swasta lantaran mereka berdua juga sebagai guru di sekolah tersebut, Zaenuri terdiam.

Ketia ditanya siapa yang membuat laporan perkemabangan BUMDes kalau semua yang belanja Kepala Desa, dia bingung. Lagi-lagi dia beralibi kepengurusan BUMdes tidak ada yang aktif.

Ketua organisasi masyarakat (ormas) Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) Provinsi Lampung Mistorani mengatakan Kepala Desa mengaku dana tersebaut sudah dipakai untuk berbagaimacam keperluan, tapi disisi lain kepala desa mengaku dananya masih ada. “Ini kan jawaban orang bingung. Dari keterangan Kepala Desa saja kita bisa tebak,” tukasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan akan menurunkan tim untuk melakukan infestigasi ke lapangan dalam rangka encari data dan keterangan yang lebih lengkap lagi. Setelah itu, baru dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (kejari) Kalianda, Lampung Selatan. Hal tersebut untuk memberi efek jera agar kedepan tidak akan diulangi lagi,” katanya. (Mar/Lis)