oleh

Wabup Apresiasi Pelayanan RSUD Pesawaran

Harianpilar.com, Pesawaran – Wakil Bupati (Wabup) Pesawaran, Eriawan mengapresiasi kesiapan dan pelayananan petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran, dalam mengelola, menjaga dan merawat kelengkapan medis maupun peningkatan pelayanan kesehetan kepada pasien. 

“Sekarang sudah banyak peningkatan yang dilakukan RSUD ini dibandingkan sebelumnya‎, baik itu kondisi lingkungannya yang bersih, alat operasional medis yang lengkap, juga dalam memberikan pelayanan pada pasiennya. Saya lihat dilakukan dengan sangat optimal,” kata Eriawan, usai inspeksi pada acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018‎ yang dipusatkan di RSUD setempat, Selasa (13/3/2018).

Dia mengungkapkan, meskipun semuanya terlihat sudah banyak peningkatan‎, namun masih ada kekurangan disana sini yang memang masih perlu segera dibenahi. Dia menyebut, diantaranya kondisi jalan, bangunan dan kamar mandi, terlihat masih perlu dilakukan pembenahan lagi. 

“Kita akan rapatkan lagi dengan pihak Diskes, guna melakukan pembenahan dan peningkatan mutu pelayanan di RSUD ini, karena yang kita lihat masih kurang‎, baik itu tentang kesiapan anggaran maupun fasilitas penunjangnya yang kurang,” ujar Eriawan.

Kemudian ketika disinggung terkait masalah penangan‎an sampah medis dari RSUD Pesawaran, Eriawan mengakui penanganan khusus dalam menaggulangi limbah Rumah Sakit ini, belum dapat dikelola dan dilakukan sendiri, karena saat ini pihak RSUD masih  bekerja sama dengan pihak ketiga dalam mengelola dan mengatasi pembuangannya.

“Memang kita belum punya mesin sendiri dalam mengelola dan pembuangan sampah medis pada RSUD ini. Selain harga mesin cukup mahal dan kebutuhannya dipandang belum begitu mendesak. Ya sementara ini kita masih bekerjasama dengan pihak ketiga dalam penaganannya,” terang Eriawan.

Ditempat sama, Kadis Kesehatan, Harun Tri DJoko, sewaktu mendampingi Eriawan saat diwancara, terlihat hanya mengamini saja apa yang disampaikan oleh Wakil Bupati muda tersebut. Dan dia hanya menegaskan pada belum mampunya RSUD untuk menyiapkan mesin pengelola limbah.

“Harga mesin itu cukup mahal sampe 10 miliaran. Kita belum sanggup membelinya. Jadi sementara ini kita masih bekerjasama dengan pihak ketiga (MCA) yang menangani limbah medis itu‎, termasuk limbah dari 12 puskesmas yang ada disini,” ulas Kadiskes Pesawaran, Harun Tri Djoko. (Fahmi)