oleh

Parosil Gagas Sekolah Kopi Robusta

Harianpilar.com, Lampung Barat – Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus menggagas berdirinya Sekolah Kopi Robusta di Lampung Barat (Lambar). Menurutnya, Lambar selaku salah satu produsen besar Kopi Robusta memiliki modal menjadi pusat penelitian, pelatihan dan edukasi komuditas kopi. Selain itu, wadah ini juga diharapkan menjadi sarana promosi kopi dan turunan nya juga potensi  pariwisata guna mewujudkan kesejahteraan petani dan penggiat kopi Lambar.

Guna menindak lanjuti hal tersebut, Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin selaku Bupati dan Wakil Bupati Lambar menginisiasi acara Focus Group Discussion (FGD) “pembangunan sekolah kopi di Sukabumi, Bandar Lampung, Senin malam, 26 Februari 2018 yang dihadiri belasan peserta aktif lintas sektoral dari berbagai latar ilmu dan tingkat kemampuan yang mumpuni terkait hal tersebut

Dalam sambutan nya, Parosil Mabsus berharap acara FGD menghasilkan rumusan, program kerja dan tim yang mampu bergerak cepat demi terwujud nya Lambar Hebat di sektor unggulan perkebunan dan perdagangan kopi.

“Saya ini lahir, berkembang dan besar dari Hasil Kopi. Bapak saya, keluarga dan mayoritas penduduk Lambar itu menggantungkan hidup dari perkebunan kopi. Jadi setelah msnjadi pemimpin (Bupati) wajib hukum nya mensejahterakan petani kopi,” ujar Bupati Kopi ini.

Lambar terdapat Puluhan ribu hektar kebun kopi yang menghasilkan puluhan ribu ton biji kopi berkualitas. Dan Ini merupakan potensi yang harus dikembangkan dan maksimalkan. Kopi itu Mutiara terpendam, Fine Robusta Lambar nama nya, dan mulai malam ini, esok, lusa dan seterus nya kita harus komtmen dan fokus pengembangan kopi berkualitas.

“Dengan semangat beguai jejama, kita mempercepat dialetika maju komuditas kopi. Mulai dari tanam, panen, produksi dan penjualan. Hingga lambar menjadi produsen kopi berkualitas yang menguasai pasar kopi dalam dan luar negeri,”

Selanjut nya, guna mempercepat terwujud nya Sekolah Robusta Robusta Lambar, Parosil Mabsus membentukTim lintas sektoral yang melibatkan para ahli dalam mengkaji dan menyusun road map program tersebut. Dan Ibu Tri Umaryani selaku Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan ditunjuk menjadi Leading Sektor yang mengkoordinir semua pihak dalam mewujudkan mimpi mulia meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku kopi.

Dalam acara itu, Tejo Pramono selaku ahli yang juga Co-Founder Rumah Kopi Ranin Bogor didampimngi beberapa staf nya menjadi pemateri teekait pembangunan sekolah kopi. Nampak pula hadir beberapa barista nasional yang memaparkan teekait proses produksi kopi yang benar yang melahirkan cita rasa fine robusta spesial.

Nampak pula Sejumlah pimpinan OPD lintas sektor Lambar (Plt Sekda, Bappeda, PPKAD, Dispora, Diskoperindak) hadir sebagai peserta FDG. Forum diskusi malam itu berjalan serius, hangat dan dinamis dengan iringan konsep dan  gagasan yang disampaikan peserta terkait hal tersebut. (Sapril/Mar/Lis)