Harianpilar.com, Tanggamus – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Tanggamus hingga saat ini masih terus menyelidiki pembunuhan terhadap Lamiem nenek usia 70 tahun di Pekon Kacapura, Kecamatan Semaka, pada Jumat (27/10/2017) yang lalu.
Usai tersiar kabar pembunuhan Laminem, media sosial juga dihebohkan dengan beredarnya foto korban yang telanjang bagian atas tubuhnya dan bersimbah darah. Terlihat juga dua luka bekas tusukan di dada kiri dan dada tengah korban. Foto korban yang tanpa pakaian, memunculkan dugaan pembunuhan itu juga disinyalir disertai pelecehan seksual.
Ketika dikonfirmasi via pesan singkat, terkait dugaan pelecehan seksual pada nenek usia senja itu, Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Hendra Saputra menampiknya. Menurut Kasatreskrim, dari hasil identifikasi pada jasad korban di Rumah Sakit Umum Daerah Islamic Kotaagung Jumat malam, tidak ada tanda-tanda bekas pelecehan seksual.
“Tidak ada tanda-tanda pelecehan seksual. Kami masih terus menyelidiki kasus ini. Sudah ada beberapa saksi yang kami mintai keterangan untuk mendapatkan petunjuk siapa pelakunya,” ujar Hendra Saputra, mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, Senin (30/10/2017).
Saat ditanya lebih dalam soal identitas pelaku dan motif yang melatarbelakangi pembunuhan Lamiem, kasatreskrim juga belum bisa banyak berkomentar. Karena dia mengaku, jajarannya dibantu polsek, masih menyelidiki siapa dalang dan motif di balik pembunuhan yang mengegerkan Kecamatan Semaka itu.
“Belum ada gambaran (pelakunya). Kami masih terus bekerja untuk mengungkap pembunuhan ini,” tutur Hendra.
Diberitakan sebelumnya, Jumat malam, warga Pekon Kacapura, Kecamatan Semaka, digemparkan dengan tewasnya Lamiem (70).
Dari bekas dua luka tusukan benda tajam pada tubuh korban, polisi menduga nenek renta itu meregang nyawa akibat dua kali ditikam. Entah setan apa yang merasuki pelaku, sampai ia tega menghabisi nyawa korban yang usianya sudah senja.
Kepala Pekon Kacapura, Solekhan mengaku, kabar pembunuhan Lamiem itu kontan menghebohkan warga. Hingga Jumat malam, Solekhan terus mendampingi petugas yang melakukan pemeriksaan di lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan.
Dihubungi terpisah, Hendra Saputra membenarkan bahwa telah ditemukan jasad nenek tua, yang merupakan warga Pekon Kacapura. Diperkirakan korban dibunuh sekitar pukul 15.40 WIB.
Sebelum dimakamkan Sabtu (28/10/2017) pagi, pada Jumat malam jasad korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Islamic untuk diidentifikasi, guna kepentingan penyidikan kepolisian. Sekitar pukul 19.00 WIB, jasad korban tiba di RSUD.
“Ya, benar ada laporan pembunuhan. Saya baru saja dari RSUD untuk mengecek jasad korban. Sekarang mau meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) di Pekon Kacapura, Kecamatan Semaka untuk pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (puldata),” ujar Hendra via telepon seluler, Jumat pukul 19.30 WIB.
Jika dilihat dari bekas luka tusukan, Hendra melanjutkan, diduga pelaku membunuh korban menggunakan senjata tajam (sajam) jenis belati. Terkait siapa dan apa motif yang melatarbelakangi pelaku membunuh korban, kasatreskrim mengaku, sementara ini belum bisa menerangkan apa-apa.
“Malam ini kami baru mau pulbaket dan puldata berdasarkan keterangan dari beberapa saksi di TKP. Jadi siapa dan apa motif pelaku membunuh korban, kami belum tahu. Ada sedikit kendala, karena semua pihak yang melihat pelaku, masih belum jelas dan masih terus kami mintai keterangannya. Sabar ya,” ungkap Hendra Saputra.
Keterangan kasatreskrim, dikuatkan oleh keterangan salah satu petugas RSUD Islamic yang menyebutkan, korban yang sudah renta itu mengalami dua luka tusukan benda tajam. Yaitu di bagian dada kanan dan bagian rusuk kiri. “Itu dari hasil identifikasi (korban),” sebut petugas RSUD Islamic. (Agus/Mar)









