Harianpilar.com, Metro – Walikota Metro Achmad Pairin bersama Wakil Walikota Metro Djohan dan Sekda Kota Metro Nasir AT.MM mengunjungi AF (13) siswa SMPN 10 Metro yang tersambar api saat eksul Pramuka di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani.
Achmad Pairin mengatakan, berdasarkan keterangan dokter luka bakar AF sebanyak 40 persen. Namun, bagian-bagian yang terbakar merupakan bagian vital akibatnya kondisnya cukup parah.
“Oleh karena itu kami dari pemerintah daerah dan RSUD Ahmad Yani akan berusaha supaya sembuh. Karena kondisinya cukup parah,” katanya usai mengunjungi AF Senin (30/10/2017).
Ia menjelaskan, untuk biaya perawatan tidak ada masalah. Sebab, selain bantuan yang diberikan, keluarga AF sudah terdaftar sebagai peserta BPJS.
“Insyaallah tidak ada masalah. Karena mereka punya BPJS. Ya tadi saya juga memberikan bantuan tetapi tidak mungkin saya kasih tau berapa,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Dewan Pendidikan Kota Metro Yahya Wilis mengatakan, pihaknya masih mendalami kejadian yang menimpa AF.
“Masih kita dalami. Kenapa bisa seperti itu, kenapa menyambarnya cepat sekali kalau itu minyak tanah. Kalau menyambarnya itu cepatkan bensin. Kalau hasil kita minta keterangan tadi itu bahan bakarnya yang bermasalah,” katanya.
Menurutnya, keluarga pasien sudah terdaftar di BPJS. Namun, biaya perawatan yang diluar BPJS, pihaknya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Metro untuk menanggung biaya tersebut.
“Ya sampai sembuh. Ya ini masih kota dalami kenapa bisa seperti itu. Kita harapkan permasalahan ini tidak sampai ke meja hijau. Tadi sudah kita mediasi ke pihak keluarga dan pihak sekolah dan sudah tidak ada masalah,” tuturnya.
Sebelumnya, Siswa SMP Negeri 10 Kota Metro, AF (13) tersambar api saat mengikuti Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami) di halaman sekolah.
Firmansyah, ayah korban menuturkan, AF tersambar api ketika ada yang menyiramkan minyak tanah ke kayu bakar yang rencananya akan digunakan untuk memasak.
“Kalau kronologis jelasnya, belum tahu. Karena simpang siur, dan saya juga tidak ada di lokasi. Ini dari cerita kawan-kawannya, jadi anak saya ini katanya lapar, terus ngidupin kayu bakar untuk memasak, tapi saat menyiramkan minyak tanah, langsung tersambar begitu. Tapi ada yang kawannya bilang juga, kalau AF ini sedang duduk di dekat api, lalu ada kawannya yang mau menyiramkan minyak tanah ke api, tapi langsung menyambar anak saya. Kami menduga, minyak tanahnya itu campuran,” kata Firman, kemarin (29/10) saat ditemui di ruang ICU RSUD A Yani Kota Metro.
Lanjutnya, pihak sekolah langsung membawa AF ke RSUD A Yani untuk mendapatkan perawatan.
“Guru dan kawannya membawa AF ke rumah sakit. Nah, kami diberitahu salah satu cleaning servis (cs) di sini, kalau AF masuk IGD. Karena kebetulan, cs itu tetangga. Kata dia, AF turun dari mobil langsung jalan masuk ke IGD. Gak mau dipapah,” paparnya.
Firman sebagai orangtua mengaku terkejut saat datang ke IGD dan melihat kondisi anak keduanya. Ia dan istrinya lemas dan pasrah dengan kondisi anaknya.
“Lemas melihat anak saya seperti itu. Ya pasrah saat ini. Hanya bisa berharap sama Allah. Terus berdoa untuk anak saya. Kami hanya kecewa, kenapa tidak diberitahu langsung oleh pihak sekolah, malah dari sini yang memberitahukan,” terang dia.
Sementara, kepala sekolah SMP Negeri 10 Kota Metro Supardi mengatakan, pihaknya sangat terpukul dengan peristiwa tersebut. Dirinya pun menjadwalkan kepada guru-guru untuk ke rumah sakit setiap harinya, juga kawan-kawan dari korban.
“Tentunya kami sangat terpukul, tidak menyangka jika akan ada kejadian seperti itu. Saya dan kawan-kawan juga terus berdoa, dan saya jadwalkan guru-guru untuk datang ke sini, bergantian,” terangnya.
Ia menceritakan sedikit kronologis kejadian tersebut berdasarkan keterangan guru-guru dan kawannya. Di sekolah, memang akan diadakan kegiatan pramuka, dan Jumat (27/10/2017) lalu, sudah mulai untuk mendirikan tenda, yang direncanakan setelah waktu Ashar. Sekitar pukul 14.00, AF menghidupkan kayu bakar untuk memasak. (Zuli/Tyas)









