Harianpilar.com, Bandarlampung – Mundurnya Fraksi PDI Perjuangan dan Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Tulangbawang (Tuba) dari Panitia Khusus (Pansus) sengketa lahan PT. Sugar Group Companies (SGC) nampaknya blunder. Sebab sikap kedua fraksi dinilai menyakiti hati rakyat yang selama ini berharap pansus itu dapat menyelesaikan silang sengkurat kepemilikan lahan Sugar Group.
“Kami sangat perihatin dan kecewa atas mundurnya fraksi PAN dan PDIP tanpa alasan yang jelas. Padahal mereka adalah wakil-wakil rakyat yang terpilih yang seharusnya mereka membela rakyat, jangan justru sebaliknya. Kami kecewa dan sakit hati,” tegas tokoh Pemuda Kampung Gunugtapa Kecamatan Gedung Meneng Tuba, Herny, Senin (11/9/2017).
Padahal, lanjutnya, sebelumnya kedua fraksi tersebut yaitu Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi PAN termasuk yang getol mendorong terbentuknya pansus tersebut,”Kami sangat kecewa kenapa kedua fraksi yang kami harapkan dapat memperjuangkan nasib kami malah mundur tanpa ada alasan yang jelas,” ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat akan terus memperjuangangkan hak-hak atas tanah yang diklaim sebagai lahan milik Sugar Groupyakni PT Indo Lampung Perkasa (ILP) dan PT Indo Lampung Cahaya Makmur (ILCM),”Lahan warga yang di klaim sebagai lahan Sugar Group telah merugikan masyarakat, warga tidak bisa membuat sertifikat dan tidak bisa memperoleh program pemerintah,” cetusnya.
Untuk itu, jelasnya, masyarakat akan terus memperjuangkan lahan itu dan meminta lahan Sugar Groupdiukur ulang.”Kami minta ukur ulang lahan Sugar Group,” pungkasnya.(Maryadi)









