Harianpilar.com, Tanggamus – Untuk mengejar target KTP-el agar mencapai 100 persen di tahun ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tanggamus akan gelar perekaman keliling KTP-el mulai Agustus sampai Desember 2017.
Menurut Kadisdukcapil Tanggamus Syarif Husein, capaian tersebut memang sudah jadi momok bagi pihaknya. Namun sayang dukungan pemkab guna selesaikan masalah itu minim. Akhirnya Syarif pun harus relakan tunjangan kinerja (tukin) miliknya guna mengongkosi perekaman keliling. Dari tukin Rp 10 juta yang diterima, Rp 6 juta dihibahkan untuk itu.
“Cuma usaha itu yang bisa saya lakukan. Sebab sampai sekarang tidak ada dana perekaman keliling, sedangkan target harus tercapai. Akhirnya saya berikan tukin saya untuk biaya keliling, sebab untuk keliling memang butuh ongkos,” ujar Syarif, Minggu (30/7/2017).
Syarif Husein menjelaskan, keputusan merelakan tukin Rp 6 juta memang keputusan pribadi tanpa kesepakatan dengan pihak keluarga. Namun Syarif yakin keluarga akan mendukung demi nama baik keluarga juga. Sebab posisinya sekarang jadi ujung tombak keberhasilan KTP-el di Tanggamus.
“Perekaman keliling akan kami lakukan mulai Agustus sampai Desember. Untuk bulan Agustus dan September saya yang tanggung, selanjutnya saya belum tahu, apakah saya lagi yang korban atau bagaimana itu nanti lihat kondisi,” terang Syarif.
Selanjutnya Syarif Husein mengatakan, selama ini sudah berupaya minta anggaran daerah untuk biaya operasional perekaman keliling namun hasilnya mentah. Bantuan untuk itu cuma didapat dari Dinas Pariwisata berupa pinjaman kendaraan operasional yang dibatasi sampai September. Selanjutnya tidak tahu naik kendaraan apa, pastinya tidak pakai sepeda motor karena rawan pembegalan.
“Semua ini untuk pengabdian saya, demi daerah, demi masyarakat Tanggamus supaya mereka nantinya punya KTP. Sebab pusat tergantung pada daerah, lantas daerah mau bergantung kemana lagi,” ujar Syarif.
Rencana perekaman KTP-el keliling, lanjut Syarif, mulai Agustus dilaksanakan di Kecamatan Gisting, Kota Agung, Wonosobo, dan selanjutnya tergantung permintaan. Sebab kesadaran masyarakat juga masih minim untuk miliki KTP, di tambah luasnya daerah.
“Kami ingin sapu bersih bagi yang belum perekaman juga, kesempatannya cuma sampai akhir tahun ini,” kata Syarif.
Lebih lanjut Syarif Husein menambahkan erekaman keliling ditempuh akibat rusaknya alat perekaman di kecamatan-kecamatan. Untuk keruskan yang terjadi di tiap kecamatan berbeda-beda, baik itu alat rekam retina mata, komputer, CPU, monitor, maupun, dan peralatan rekam KTP-el yang masih berfungsi menurutnya hanya tiga tempat yakni, Kecamatan Gisting, Kota Agung dan yang ada di Disdukcapil.
“Sudah kita sampaikan ke pusat, dan mereka menyatakan akan segera ke Lampung untuk memperbaiki perangkat KTP-el yang rusak dalam waktu dekat ini, bagaimana target mau tercapai kalau peralatannya rusak,” kata Syarif.
Syarif juga menambahkan bahwa Disducapil telah menerima tambahan blanko KTP-el sebanyak 2 ribu sebab kiriman 10 ribu blanko yang telah diterima Juni lalu telah habis.
“Memang tambahan 2 ribu belum mencukupi tapi minimal untuk 10 hari ke depan blanko masih ada. Blanko yang selama ini diterima diprioritaskan untuk perekam tahun 2016,” ujarnya. (Agus/Mar)









