Harianpilar.com, Pesawaran – Proyek pekerjaan peningkatan ruas jalan Desa Banjar Negeri, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran sampai dengan batas Kabupaten Pringsewu mendapat sorotan masyarakat setempat. Peningkatan jalan hotmix yang menggunakan anggaran dana DAK APBN senilai Rp4,4 miliar itu diharapkan oleh masyarakat Desa Banjar Negeri dapat berjalan sesuai dengan juknis, bestek dan spek kontrak dan gambar rencana pekerjaan.
“Kami meminta kepada pelaksana proyek untuk dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan progres dan petunjuk teknis kontrak pekerjaan,” ungkap Ziptoni, salah seorang tokoh pemuda Desa Banjar Negeri, Waylima, Selasa (25/7/2017) kemarin.
Mengingat sambung Zip, panggilan kesehariannya, mengatakan, pihak jasa kontruksi selaku pemenang tender merupakan panjang tangan pelaksana pekerjaan saja. Dimana selaku manfaat pekerjaan adalah masyarakat setempat.
“Kami berhak untuk mengawasi jalannya pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini. Dan kami minta pekerjaan teesebut berjalan sesuai ketentuan. Sekiranya pihak ketiga tidak mengindahkan dan tidak sesuai spek, maka kami akan stop pekerjaan tersebut,” ancamnya.
Selanjutny Zip menilai proyek peningkatan ruas jalan yang berlokasi di Desa Banjar Negeri tersebut ditengarai proyek siluman. Pasalnya, papan plang sebagai tanda dimulainya sebuah pekerjaan belum tampak terlihat dan dipasang oleh pihak rekanan.
Untuk itu, dirinya meminta kepada pihak ketiga selaku pelaksana dalam hal kegiatan proyek peningkatan ruas jalan Desa Banjar Negeri menuju perbatasan Kabupaten pringsewu tersebut mesti mengedepankan mutu pekerjaan.
“Mestinya papan plang proyek dipasang oleh rekanan, biar masyarakat tahu darimana anggaran itu berasal dan apa saja yang akan dikerjakan. Karenanya kita akan awasi terus pekerjaan tersebut sampai tuntas. Hal tersebut dimaksudkan agar hasil pekerjaannya jangan asal jadi dan dalam hitungan bulan, proyek jalan tersebut sudah rusak,” pungkasnya, seraya menyayangkan saat pelaksanaan (pengecoran Rigid pavement) berlangsung kemarin, pihak Dinas PU tidak berada di tempat guna melakukan fungsi pengawasan.
Terpisah, Dulmuin selaku pelaksana lapangan yang ditunjuk oleh pihak rekanan mengaku jika pelaksanaan pekerjaan yang sedang berjalan saat ini sudah sesuai dengan ketentuan dan spek kontrak. Dimana menurutnya, baik pemasangan batu ataupun pembesian rigid pavement telah sesuai dengan spek yang ditentukan.
“Insya Allah pekerjaan berjalan sesuai kontrak. Untuk tambal sulam menggunakan batu berukuran 3/5 atupun batu 2/3 dan batu 1/3 kita laksanakan sesuai dengan aturannya. Kemudian untuk pembesian rigid pavement kita pasang besi 12 bukannya besi 10,” ujar Dulmuin.
Sementara terkait pemasangan papan plang proyek dirinya mengaku telah dikoordinasikan dengan pihak terkait dalam hal ini pihak ketiga dan Dinas PU.
“Mudah-mudahan besok dan lambatnya 2 hari papan plang proyek kita pasang, mas. Karena kita juga ingin melaksanakan pekerjaan ini mengacu dan sesuai kontraknya,” janji Dulmuin. (*)









