oleh

DPRD Akan Cek Kandang Penggemukan Ayam di Pekon Purwodadi

Harianpilar.com, Tanggamus – Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus Heri Agus Setiawan, S.Sos berjanji akan turun langsung bersama komisi meninjau kandang penggemukan ayam yang dilaporkan warga Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting, Tanggamus, karena mencemarkan lingkungan.

Menurut Heri Agus Setiawan, permasalahan konflik antara warga dan pihak peternakan ayam di Pekon Purwodadadi, Gisting tersebut segera akan ditindak lanjuti, yaitu DPRD Tanggamus akan melihat langsung lokasi. Kemudian juga akan memanggil dinas-dinas terkait, terutama yang memberikan perizinan peternakan.

“O.. itu, laporan terkait peternakan ayam di pekon Purwadadi , akan segera kita lihat lokasi, dan kita panggil dinas-dinas terkait, terutama dinas yang memberikan izin, kalau memang ada pelanggaran aturan, kita ditertibkan. Kemudian dalam peninjauan lokasi peternakan ini, saya sendiri akan mengupayakan langsung turun ke lokasi bersama komisi yang membidangi,” katanya, seusai pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanggamus, Senin (24/7/2017).

Heri Agus Setiawan membenarkan tentunya permasalahan ini berpotensi menjadi konflik antara warga dan pengusaha ternak, untuk itu harus segera ditindak lanjuti oleh lembaga legislatif.

Namun karena dalam beberapa hari kedepan masih ada agenda kerja yakni pembahasan di DPRD Tanggamus untuk turun kelokasi setelah agenda pembahasan usai.

“Mudah-mudahan dalam pekan ini juga, setelah usai pembahasan kita turun kelokasi, karena memang persoalan ini berpotensi konflik, karena warga sekitar peternakan mungkin tidak nyaman, terganggu. Jadi segera akan kami tindak lanjuti, untuk dinas terkait apa akan kami panggil ke dewan atau langsunb bersama turun kelokasi, nanti diagendakan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Ir. Shofwan, MM didampingi Sekretaris Disnakbun Iyen Mulyani, menggelar rapat internal bersama satuan kerja terkait dan Kepala Pekon Purwodadi Supardi, yang tergabung dalam tim mediasi permasalahan konflik warga dan pengusaha peternakan ayam.

Saat di konfirmasi seusai rapat tetsebut, Kepala Disnakbun Shofwan menyatakan berdasarkan pengaduan masyarakat terkait peternakan ayam, maka Disnakbun mengambil langkah-langkah penyelesaian bersama satker terkait, seperti dinas lingkungan hidup, kesehatan dan Sat Pol PP, dan langkah diambil adalah turun ke lokasi. Pada saat pengecekan langsung lokasi, dinas kesehatan memang menyatakan ada gangguan kesehatan lingkungan dalam kondisi sedang, hal tersebut dikarenakan adanya penambahan populasi ayam.

“Jadi mulai ada permasalahan pada warga sekitar, semenjak ada penambahan populasi ayam, sebelumnya tidak ada masalah, terkait jarak peternakan dan perumahan warga kami belum mengkaji kesana,” katanya. (Agus/Mar)