Harianpilar.com, Bandarlampung – Niat Ketua DPD II Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi menjadi bakal calon Gubernur Lampung mendapat batu sandungan dari internal partai. Diantaranya datang dari kader Golkar Romi Husin dan Fasni Bima.
Fasni Bima Wakil Ketua DPD PG Bandarlampung menilai sosok ketua DPD PG Lampung Arinal Djunaidi tidak pantas menjadi calon yang akan maju melalui perahu partainya dikarenakan Arinal bukanlah kader lama, dan masih banyak kader dari partai beringin yang bisa dan mumpuni serta layak dijual dan punya potensi menang dalam pilgub mendatang.
“Kita selaku kader tulen partai Golkar menolak, apalagi dia orang luar, baru seumur jagung jadi di Golkar. Kita ini menegakkan aturan partai. Kalau aturan partai saja dilanggar, bagaimana ke depannya,” ujarnya melalui telepon selulernya, Senin (3/7/2017).
Hal senada juga disampaikan Romi Husin yang merupakan sekretaris DPD PG Kabupaten Pesawaran. Secara tegas dia, menolak Arinal Djunaidi dicalonkan sebagai bakal calon gubernur Lampung mendatang, karena tidak sesuai mekanisme yang berlaku di partai. Pasalnya, pencalonan di Partai Golkar harus melalui penjaringan survei telebih dahulu, sesuai diatur dalam Juklak DPP Partai Golkar Nomor 6 Tahun 2017.
“Saya selaku Sekretaris DPD II Golkar Kabupaten Pesawaran tidak sepakat jika Arinal jadi cagub dari Partai Golkar. Karena pencalonan tidak dilakukan sesuai mekanisme. Seharusnya ada proses, bukan ujuk-ujuk seperti itu, tidak melalui mekanisme yang diatur dalam Juklak nomor 6 itu,” jelasnya.
Menurutnya masih banyak kader-kader di partai Golkar yang layak dan mumpuni untuk maju dicalonkan sebagai calon guburnur.
“Banyak kader-kader Partai Golkar yang layak, seperti Alzier Dianis Tabranie, Aziz Syamsudin, Riswan Tony dan lainnya. Jadi menurut saya Arinal Djunaidi belum layak jual,” tegasnya. (Fitri/Maryadi)









