oleh

PHRI-KADIN Sesalkan Sikap Bandara Radin Intan II

Harianpilar.com, Bandarlampung – Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Lampung menyesalkan tindakan yang dilakukan pihak Bandara Radin Inten II yang melarang memasang alat promosi seputar destinasi wisata Lampung di area Bandara Radin Inten.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekertaris umum (Sekum) BPD PHRI Lampung, Friandi indrawan. Menurutnya,di Bandara Radin Inten yang hampir resmi menjadi Bandara Internasional itu sangat sulit perizinannya dalam pemasangan informasi ataupun promosi wisata.

“Sulit sekali aturannya, bagi siapa saja yang ingin menempatkan media entah itu informasi ataupun promosi itu sulit di Bandara,” ujar dia kepada Harian Pilar, belum lama ini.

Pihaknya tidak mengetahui jelas apa yang menjadi alasan pihak Bandara tidak mengizinkan media informasi dan promosi masuk ke Bandara.”Kita sendiri bingung, yang promosi wisata mau pasang video tron aja sulitnya bukan main, ntah kepala Bandara atau siapa kita juga nggak paham,” cetusnya.

Meski begitu BPD PHRI Provinsi Lampung tetap mengharapkan kerjasamanya pihak Bandara Radin Inten Lampung untuk dapat memberikan space khusus bagi media informasi dan promosi.”Tapi kita juga perlu tau alasannya kenapa, apa karena pada waktu kita coba itu masih dalam tahap pembangunan atau yang lain gitu loh, karena penempatan media informasi dan promosi itu penting, jadi ketika penumpang turun mereka sudah tau mau kemana,”imbuhnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung, Ari Meizary Alfian, mengatakan, seharusnya dari pihak Bandara Radin Inten segera memberikan klarifikasi soal tidak adanya izin masuknya media informasi dan promosi di Bandara.

“Harusnya segera ada klarifikasi dari pihak Bandara terkait hal tersebut, kenapa mereka tanda kutip katakanlah mempersulit, kalau memang benar adanya dipersulit, mungkin menurut saya juga ada miskomunikasi,”ujarnya.

Seharusnya pihak Bandara memberikan ruang dan tempat bagi promosi daerah khususnya Lampung,”Punya kewajiban harusnya. Karena mereka punya kepentingan untuk meningkatkan baik itu pariwisata maupun potensi usaha yang ada di Lampung, apalagi penerbangan juga akan semakin meningkat kedepan setelah menjadi Bandara Internasional,” pungkasnya. (Ramona/Maryadi)