oleh

Gubernur Bantu Sumur Bor Warga Binaan LP Way Hui

Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo memberi bantuan pembangunan Sumur Bor guna mencukupi kebutuhan air bersih warga binaan. Selain itu Gubernur secara langsung menyerahkan bantuan Al-Qur’an dan surat yasin kepada warga binaan Lapas Perempuan Way Hui.

Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung kepada warga binaan  yang diserahkan Gubernur Ridho usai menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra’ Wal Mi’raj sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadhan 1438 H bersama warga binaan di RUTAN Kelas I Way Hui, Selasa (16/05/2017).

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Ridho berharap warga binaan dapat menggunakan waktunya di Rutan untuk memperbaiki diri dan merenung kehidupan yang selama ini dijalani.

“Gunakan kesempatan ini untuk mengevaluasi diri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, mungkin selama ini khilaf maupun tidak konsisten menjalankan perintah Allah. Saya mengharapkan kepada warga binaan dalam menjalani cobaan tidak putus asa dan ketika kembali ke keluarga dan masyarakat dapat menjadi diri yang lebih baik,” ucap Gubernur Ridho.

Gubernur Ridho juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya bidang keagamaan.

“Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang keagamaan yaitu dengan diberikannya bantuan kepada guru ngaji, imam tetap, Marbot Masjid Besar Kecamatan, penyuluh agama, penjaga kereta api, P3N dan penghafal Al’qur’an. Pemerintah Provinsi Lampung juga menyelenggarakan ziarah makam, wisata rohani non muslim dan umroh. Di tahun 2017 bantuan ini terus dilanjutkan dan direncanakan calon penerima bantuan yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung,” urai Gubernur Ridho.

Kakanwil Hukum HAM Bambang Haryono mengatakan bahwa perhatian Pemerintah Provinsi terhadap warga binaan cukup luar biasa. “Semoga seluruh warga binaan menjadi manusia yang lebih baik, lebih bertaqwa serta menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara,” katanya.

Lebih lanjut, Bambang Haryono, menyatakan bahwa kendala yang dialami oleh Rutan atau Lapas diseluruh Tanah Air pada prinsipnya sama, yaitu kekurangan SDM, OverCapasity, serta sarana prasarana yang masih sangat minim. “Namun Warga Binaan di Provinsi Lampung ini telah menjalin hubungan Kekeluargaan, dan terwujud pembinaan mental sepiritual yang baik, sehingga pristiwa yang terjadi didaerah lain tidak terjadi di wilayah kita.” Katanya. (Ramona/Mar)