Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Perealisasian sejumlah anggaran milik Bagian Administrasi Pembangunan (Adpem) Sekretariat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun anggaran 2016 diduga bermasalah. ‘Borok’ Bagian Apem ini terlihat mulai dari dugaan tumpang tindih anggaran hingga ke indikasi mark’up anggaran.
Di Bagian Apem Pemkab Tubaba untuk keperluan Alat Tulis Kantor (ATK), Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan, dan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan sudah dianggarkan tersendiri untuk satu tahun. Untuk keperluan Belanja ATK senilai Rp18 juta, untuk Penyedian Barang Cetakan dan Penggandaan senilai Rp24 juta, serta untuk Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan dengan nilai Rp35 juta.
Anehnya, Bagian Apem Pemkab Tubaba juga menggunakan anggaran kegiatan lain untuk keperluan-keperluan tersebut lagi, bahkan hampir setiap kegiatan selalu ada anggaran yang digunakan untuk ATK, Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan, dan Bahan Bacaan.
Seperti pada kegiatan Penyusunan Realisasi Fisik dan Keuangan senilai Rp83,7 juta, kemudian pada Kegiatan Penyusunan Dokumentasi Administrasi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan senilai Rp39,015 juta, dan juga pada Kegiatan Pembinaan Jasa Konstruksi dengan nilai Rp115,3 juta, serta pada Kegiatan Monitoring Dan Pengendalian Pembangunan dengan nilai Rp123,13 juta.
Dan Keperluan untuk ATK, Cetak dan Penggandaan juga masih terdapat pada Kegiatan Oprasional Layanan Pengadaan Secara Elektronik senilai Rp857,5 juta, kemudian juga pada Kegiatan Pembangunan Tubaba Smart City senilai Rp287,161 juta, hingga pada Kegiatan Penyusunan Rencana Kerja Rancangan Peraturan Perundang-undangan dengan nilai Rp20,9 juta.
Saat di konfirmasi, Kepala Bagian Adpem Sekretariat Pemkab Tubaba, Yudi, enggan memberikan jawaban meski ponselnya dalam keadaan aktif. Begitu juga pesan singkat yang dikirimkan juga tidak di balasan.(Epriwan/Maryadi)









