Harianpilar.com, Pesawaran – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pesawaran tiga tahun terakhir priode tahun 2014-2016 meningkat tajam. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) setempat tahun 2014 penderita DBD sebanyak 123 orang dengan angka kematian 2 orang.
Sedangkan ditahun 2015 penderita DBD berjumlah 210 orang dengan angka kematian 3 orang. Kurun waktu tahun 2016 penderita DBD meningkat menjadi 402 orang dan dengan angka kematian 0.
“Kita berharap adanya kerjasama masyarakat dengan Diskes didalam pencegahan berkembangnya kasus penderita DBD. Mengingat tanggung jawab kebersihan adanya dilingkungan tempat dimana masyarakat itu sendiri tinggal,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Pesawaran, dr Aila Kayrus ketika ditemui diruang kerjanya, Senin (3/4/2017).
Menurut dr Aila, melalui juru pemantau jentik yang berada pada setiap keluarga kiranya dapat membersihkan tempat tinggalnya dalam setiap 1 minggu sekali. Hal itu dimaksudkan memutus berkembang biaknya penyebaran jentik nyamuk aedes aeghepty.
“Dengan cara menguras menutup dan menimbun (3 M) plus ditambah melakukan penaburan abate tentunya langkah preventif dalam penangan penanggulangan kasus DBD,” ulas dr Aila.
Kendati demikian, dari 12 puskesmas yang tersebar di 11 kecamatan diwilayah Kabupaten Pesawaran, kecamatan yang terindemik kasus DBD yang paling menonjol adalah Kecamatan Gedongtataan dan Kecamatan Kedondong. “Untuk kecamatan lainnya bukan tidak ada namun yang sering terendemik banyak kasus DBD adalah didua kecamatan yaitu Gedongtataan dan Kecamatan Kedondong,” tandasnya.
Sementara untuk kasus DBD diawal tahun 2017 tepatnya di bulan Januari dan Februari lalu diketahui kasus penderita DBD telah mencapai 64 orang dan dengan angka kematian 1 orang. (Fahmi/Maryadi)









