oleh

UBL Cetak Ternaga Kerja Kontruksi Indonesia

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Kaprodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung (FT UBL) Ir. Juniardi, MT mengatakan pelatihan jarak jauh bidang kontruksi (PJJBK) bertujuan menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Terutama menciptakan para tenaga kerja kontruksi Indonesia, termasuk Lampung yang tercukupi kualitas, kapasitas dan kompetensinya.

“Perwujudan hasil PJJBK berbentuk sertifikat, sehingga para tenaga ahli bidang jasa (konstruksi), termasuk para tukang, pengembangan bagunan, hingga mandor harus memiliki daya saing guna melaksanakan perannya,” kata dia di Ruang M. 25, Gedung M, kampus B Pascasarjana Dra. Hj. Sri Hayati Barusman, Kamis (9/3/2017).

Juniardi melengkapi diadakan PJJBK untuk merealisasikan target penciptaan para ahli jasa dan tenaga kerja bidang kontruksi nasional, sebanyak 40 ribu orang. “Makanya setiap daerah, tak terkecuali di Lampung, dengan (FT Prodi TS) UBL sebagai porosnya mengadakan pelatihan bekal keterampilan kompetensi (PJJBK) dan penguatan persaingan profesi,”ujarnya.

Diakuinya, pelaksanaan PJJBK selama 4 tahun terakhir, progresnya cukup baik. Meski masih hambatan yang bertahap harus diminimalisirkan, seperti perlu penambahan kuota anggaran pelatihan, ketersediaan peserta tenaga terampil, mempermudah proses administrasi, hingga meningkatkan atensi institusi dalam mengirimkan para wakil mengikuti pelatihan.

“Kita perlu memberikan motifasi pentingnya kompetensi itu. Sebagai bentuk pengembangan kerjasama antar kita sebagai perguruan tinggi (UBL), maupun badan naungan organisasi profesi ditingkat provinsi Lampung. UBL sering mengadakan pelatihan dan lebih aktif sosialisasi pentingnya peningkatan daya saing, ditengah tantangan global. Semua demi pembangunan daerah,”ucapnya.

Kedepan, Juniardi berharap dengan kerjasama, sosialisasi dan aplikasi PJJJBK, dilanjutkan dengan keterbukaan informasi. UBL bersama asosisasi profesi, LPJK dan Dinas pemerintah terkait dapat menjadi mitra yang bersinergis.

Hal ini juga selaras dengan dukungan Rektor UBL Dr. Ir. H.M. Yusuf. S. Barusman, MBA yang berharap adanya PJJBK, dapat membentuk kerjasama yang baik antara kampusnya dengan berbagai pihak berkepentingan terkait.

“Tentu, harus disuport banyak pihak. Sifatnya bukan garis komando, tapi jalur koordinasi (jelas) antar sesama mitra (kerja). Kita berharap UBL bersama LPJK dan Dinas Bina Marga Lampung dapat sebagai wadah mediasi keterbutuhan (kompetensi) ini. Agar jalur pembangunan antar pemerintah, penggiat jasa dan masyarakat sejalan. Tidak seperti sebelumnya, cenderung terpisah,”tuturnya.

Terpisah, Kepala Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Kemenpupera  Cakra Nagara, ST, MT, ME menegaskan PJJBK, yang mula diinisiasi Balai Penerapan Tenaga Konstruksi (PTK) melaksanakan tugas melakukan pembinaan, berupa pengadakan pelatihan kontruksi tingkat nasional ke daerah.

“PJJBK memberikan akses pengetahuan dan keuntungan sebesarnya pada masyarakat jasa kontruksi nasional, dalam rangka capacity building. Seperti, mendapatkan modul ajar sesuai standar kompetensi, ada pengakuan LPJKN (pusat) setelah keluar sertifikat pelatihan PJJBK. Termasuk bisa mengikuti uji kompetisi ahli muda. Hingga mendapatkan nilai Satuan Kredit Pengembangan Keprofesian (SKPK) untuk pengembangan profesi berkelanjutan,” tukasnya. (Lis/Mar)