oleh

Satu Dekade Mukhlis Basri Memimpin Lampung Barat (Bagian 2). Gulirkan Kartu PKMG Sukses Tekan AKI dan AKB

Harianpilar.com, Lampung Barat – Tak terasa sudah hampir 10 tahun Kabupaten Lampung Barat di pimpin oleh Bupati yang berasal dari kalangan petani yakni Drs. H. Mukhlis Basri, MM. Dalam 10 tahun ini Lampung Barat mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang. Surat Kabar Harian Pilar berupaya mengupas satu persatu proses pembangunan Lampung Barat di bawah kepemimpinan Mukhlis Basri.

Selain sukses mengusung program wajib belajar (WAJAR) 12 tahun, di bawah kepemimpinan Bupati Mukhlis Basri, Kabupaten Lampung Barat sukses menggulirkan program kesehatan gratis. Lampung Barat termasuk daerah tercepat dalam menerapkan pelayanan kesehatan gratis melalui Kartu Program Kesehatan Masyarakat Gratis (PKMG).

Program PKMG yang dimulai pada 2009 lalu itu berhasil menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Di awal kepemimpinan Mukhlis Basri, dari 17 kecamatan di Lampung Barat hanya memiliki 11 Puskemas, dari 11 Puskemsas ini hanya ada 3 Puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap. Tingginya angka kematian ibu dan bayi pada saat itu membuat Mukhlis prihatin.

Jarak tempuh antara pemukiman dengan lokasi puskesmas menjadi problema yang saat itu dikeluhkan warga hal itu jugalah yang mendorong Mukhlis menggulirkan Program Kesehatan Masyarakat Gratis (PKMG). Di samping PKMG, Lampung Barat juga memiliki program Jamskesda. Jika masyarakat tidak memiliki keduanya, maka cukup dengan melampirkan kartu keluarga atau surat dari kelurahan setempat, maka masyarakat dapat berobat gratis.

Menurut Mukhlis, Kartu PKMG merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kepada masyarakat terutama untuk menjamin masyarakat mendapat layayan kesehatan gratis. “Pokoknya semua warga Lampung Barat yang tidak menjadi peserta Jamkesmas, Jamkesda serta ASKES PNS akan menerima kartu PKMG sehingga masyarakat Lampung Barat tetap berhak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Pelayanan kesehatan gratis berlaku di bidan desa, Puskesmas Pembantu, Puskesdes maupun RSUD,” kata Mukhlis.

Selain itu, Mukhlis juga menyiapkan anggaran untuk dokter-dokter umum yang mau melanjutkan pendidikannya ke spesialis. Setelah lulus dokter-dokter itu mengabdi kepada masyarakat selama 10 tahun. “Sekarang ini di Lampung Barat sudah lengkap memiliki dokter spesialis di bidangnya masing-masing. Saat ini saya sedang memfokuskan untuk menaikkan kelas puskesmas,” ungkapnya.

Karena kesuksesan program kesehatan gratis ini Lampung Barat meraih Penghargaan Ksatria Bhakti Husada Arutala yang diberikan Menteri Kesehatan Dr. Nafsiah Mboi, SpA, M.P.H pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49 Tahun 2013, di JI EXPO Arena Pekan Raya Jakarta, 15 November 2013 kepada Bupati Mukhlis Basri karena sebagai kepala daerah dia dinilai berhasil memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat Lampung Barat. (Tim/Juanda)