oleh

Alzier Tuding Ririn Pengkhianat

Harianpilar.com, Bandarlampung – Mantan Ketua DPD Golkar Lampung Alzier Dianis Tabrani, mengaku kecewa dengan sikap Sekretaris DPD I Golkar Lampung Ririn Kuswantari yang diduga membelot memenangkan pasangan calon yang bukan diusung Partai Golkar.

Alzier mengimbau kepada pasangan Bupati Pringsewu nomor urut dua Sujadi-Fauzi untuk berhati-hati dengan Ririn Kuswantari.

“Sujadi harus hati-hati dengan perilaku Ririn, karena sudah ada contohnya (saya-red),” tegas Alzier, saat dihubungi via telepon, Selasa (8/11/2016).

Menurut Alzier, Ririn memang dikenal sebagai kader Golkar yang ramah tetapi itu semua hanya kebohongan belaka. Sebab, dirinya merasa pernah dikhianati oleh sosok Ririn dalam kepartaian.”Sosok Ririn itu keliatan ramah tapi di belakang dia berkhianat,” tegasnya.

Alzier berharap apa yang telah dilakukan Ririn Kuswantari agar segera diproses dan jangan pandang bulu. Sebab, perilaku seorang elit partai merupakan contoh untuk kader di bawahnya.

“Harus dicari kebenarannya, jika telah benar dan terbukti maka Golkar Lampung harus memPAW dan diberhentikan dari posisi Sekretaris DPD,” jelasnya.

Setiap kader partai, menurutnya haruslah loyal dan tunduk kepada perintah partai, karena tiap partai mempunyai AD/ART yang jelas dan mempunyai sanksi dalam sebuah pelanggaran.

“Karena partai punya AD/ART maka ada sanksi tiap melakukan kesalahan, apa lagi ini kesalahan fatal, untuk sanksi tegas maka DPP harus mengeluarkan proses PAW sebagai tindakan tegas, jangan pandang bulu, berikan contoh yang baik kepada klader di bawah, ini adalah sebuah pembangkangan untuk DPP,” pungkasnya.

Sementara Ketua Fraksi Golkar DPRD Lampung Ismet Roni mengatakan belum mengetahui tetapi akan memproses PAW jika benar Sekretaris DPD I PG Lampung Ririn Kuswantari membelot.

“Saya belum tau masalah ini, nanti kita akan panggil, kita akan tanya langsung, dan jika memang benar maka ada sanksi untuk hal tersebut,” tegasnya.

Untuk sanksi terberat dalam penghianatan di partai tidak taat pada AD/ART maka sanksi terberat adalah PAW atau bahkan pemberhentian dari kepengurusan.

“Sanksi berat di partai ya PAW, tapi kita liat dahulu seperti kesalahannya, saya harus ketahui dahulu kebenarannya, ” tutupnya.

Terpisah, Ririn membantah jika dirinya telah mbalelo. Ia juga menegaskan jika sebagai pimpinan partai yang loyal, dirinya akan tunduk dan patuh terhadap putusan partai, termasuk memenangkan pasang calon yang diusung.

“Ini pencemaran nama baik saya. Sebab, faktanya sebagian relawan yang kesana, itu diluar kendali saya. Tapi tida semuanya,” ucap Ririn.

Sebelumnya diketahui kabar jika Sekretaris DPD I Golkar Lampung Ririn Kuswantari menggalang pertemuan dengan melakukan pembekalan kepada Relawan pasangan nomor urut 1 Ardian Arimbi melalui relawan Merah-Jingga yang merupakan relawan Ririn di Pringsewu. Acara tersebut digelar di Hotel Sarinongko Pringsewu pada Minggu (6/11/2016) dengan lokasi yang steril. (Fitri/Juanda)