Harianpilar.com, Bandarlampung – Bupati Waykanan Raden Adipati Surya memenuhi janji politiknya untuk melakukan reformasi birokrasi total di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Waykanan. Hal itu terlihat dari kebijakan rolling massal yang dilakukannya, dimana pengisian pejabat Eselon II secara keseluruhan hasil lelang jabatan secara terbuka.
Sedikitnya terdapat empat pejabat dari luar Kabupaten Waykanan yang berhasil memenangkan lelang jabatan terbuka dan menduduki jabatan strategis di lingkup Pemkab Waykanan.
Ke empatnya adalah Drs Akhmad Basyar.AH,MM pejabat asal Pemkab Pringsewu menduduki jabatan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKDD) Waykanan, Drs. Kadarsyah pejabat asal Pemkab Lampung Utara (Lampura) berhasil menduduki jabatan Kepala Dishubkominfo Waykanan, Saipul.S.Sos.M.IP pejabat asal Pemkot Bandarlampung berhasil menduduki jabatan Inspektur Kabupaten Waykanan, dan terakhir Ali Rahman.MT sebelumnya dari Pemprov Lampung kini menjadi Kepala Dinas PU Waykanan.
Rotasi jabatan ini sedikitnya melibatkan 154 orang pejabat terdiri 30 orang orang pejabat Struktural Eselon II.B, 50 orang pejabat struktural eselon III.A, 67 orang pejabat struktural eselon III.B dan 7 (tujuh) orang Pengawas sekolah dilingkungan Pemerintah Kabupaten Waykanan.
Dalam sambutannya, Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya mengatakan, rolling ini merupakan rolling perdana semenjak dirinya bersama DR. Drs. Hi Edward Antony, MM dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Waykanan periode 2016-2021 pada 17 Februari 2016 lalu.
Sebab, lanjutnya, berdasarkan Undang-undang Nomor 8 tahun 2015 atas perubahan Undang-undang Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang. Pada Pasal 162 ayat (3) Gubernur, Bupati, Walikota dilarang mengadakan Pergantian Pejabat di Lingkungan Daerah Provinsi, Kabupaten/kota, dalam jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal pelantikan.
“Namun atas beberapa pertimbangan akhirnya baru hari ini (kemarin,red) kita mengadakan pelantikan, yang semestinya diperbolehkan semenjak tanggal 17 Agustus 2016 yang lalu,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Waykanan ini, Kamis (15/9/2016).
Mutasi atau alih tugas jabatan bagi Pegawai Negeri, menurutnya, merupakan peristiwa yang biasa dan wajar serta memang harus terjadi sesuai dengan kepentingan organisasi birokrasi.
“Tidak ada kaitannya sama sekali pejabat yang dipilih dalam pelantikan ini dengan masalah dukung mendukung dalam Pemilukada yang lalu,” tegasnya.
Untuk eselon II, jelasnya, dipilih berdasarkan Hasil Lelang Terbuka Jabatan Pimpinan Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Waykanan beberapa minggu yang lalu. Sedangkan eselon III dan Pengawas Sekolah melalui Tim Baperjakat.
“Pelantikan ini dimaksudkan antara lain untuk menumbuhkan suasana baru bagi pejabat yang bersangkutan dalam upaya meningkatkan prestasi kerja, dan memenuhi tuntutan bagi kelancaran dan suksesnya pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan pada instansi di mana pejabat yang bersangkutan bertugas,” ungkapnya.
Adipati mengingtakan pada para pejabat yang dilantiknya bahwa jabatan itu merupakan kepercayaan pimpinan. “Jabatan itu bukan hak, tetapi adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan baik di dunia dan di akhirat kelak. Apabila kita berhasil mengemban amanat ini, insya Allah menjadi amal ibadah bagi kita,” tuturnya.
Pejabat Eselon II merupakan top menejer di SKPD masing-masing, sehingga harus mampu mengayomi dan melindungi, dan mengarahkan bawahannya sehingga mampu melaksanakan tugas secara baik demi tercapainya rencana strategis yang menjadi tanggungjawabnya.
“Oleh karenanya dibutuhkan keteladanan dari seorang pemimpin, karena tidak mungkin sebuah program akan berhasil, manakala pemimpin SKPD tidak mampu memberikan keteladanan kepada bawahannya,” ujar Adipati.
Khusus untuk Eselon III, tugas pokok dan fungsinya sangat besar bagi tercapainya Visi dan Misi unit kerja masing-masing, karena Eselon III bersama eselon IV merupakan penggerak utama dalam SKPD.
“Maka saudara-saudara harus lebih aktif dan menempatkan diri sebagai motor penggerak program, serta selalu melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait,” terangnya. “Saya ucapkan selamat bekerja kepada saudara-saudara sekalian, tunjukkan loyalitas dan pengabdian. Sekali lagi saya tekankan, saudara-saudara harus menyadari bahwa jabatan yang saudara terima adalah anugerah dari Allah SWT melalui Pimpinan atas dasar penilaian dari berbagai aspek, oleh karenanya laksanakan amanat ini dengan penuh tanggung jawab, semoga kerja keras yang kita laksanakan dapat berhasil dan mencapai visi dan misi Pemerintahan kita yaitu Way Kanan Maju dan Berdaya Saing 2021,” pungkasnya. (Ansori/Juanda)









