Harianpilar.com, Bandarlampung – Pasca pemecatan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung M Alzier Dianis Thabrani, situasi Golkar Lampung mulai memanas. Puncaknya, Satgas Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang dipimpin Pasni Bima, Kamis (15/9/2016) sekitar pukul 10.00 Wib, bentrok dengan sejumlah kader Golkar yang dipimpin Miswan Rodi, Ismet Roni, Azwar Yacub dan Jonny Corne. Akibatnya, Pasni Bima mengalami luka didahi dan sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Bumi Waras.
Pasni Bima mengatakan, kerusuhan berawal ketika Satgas AMPG melakukan penjagaan di kantor DPD I Golkar Lampung, tiba-tiba ratusan massa yang juga kader Golkar memaksa masuk ke kantor DPD dan sempat ditahan, namun massa tetap memaksa untuk masuk bahkan massa juga mencopot spanduk penolakan kehadiran Plt ketua DPD I Golkar Lampung.
“Massa memaksa masuk ke kantor DPD I Golkar dan sempat kami hadang. Memang sempat terjadi perdebatan dengan massa. Tiba-tiba massa langsung mengamuk dengan beringas dan langsung memukuli saya dan beberapa anggota Satgas dengan menggunakan kayu dan batu. Saat itu saya masih sempat bertahan dari serangan massa, agar mereka tetap tidak masuk ke dalam kantor,” ungkap Pasni, Kamis (15/9/2016).
Menurut Pasni, Satgas AMPG tidak mampu membendung massa yang jumlah ratusan dan tidak sebanding dengan anggota AMPG yang berjaga, sehingga akis massa tersebut tidak bisa dicegah.
Saat dikonfirmasi, Juru Bicara (Jubir) Barisan Perubahan Partai Golkar Lampung (BPGL) Jonny Corne menegaskan, keributan tersebut akibat terjadinya kesalahanpahaman para anggota AMPG yang menyangka hendak akan diserbu karena melihat kedatangan massa.
“Mereka salah sangka dan saling lari kiranya ada penyerangan, lalu mereka ambil kayu dan saling pukul. Alhasil ada dua Kader AMPG yang dilarikan ke RS Bumi Waras karena terluka akibat bentrok tersebut,” jelasnya.
Namun menurutnya, sebagai sesama kader pihaknya tak tinggal diam dan akan segera mendesak dan membantu kedua korban akibat bentrok, dengan semangat rekonsiliasi.
“Salah paham dalam berorganisasi sudah biasa dan kami berharap untuk ke depan kita bersatu lagi,” ucap Jonny.
Sementara itu, kader Golkar Azwar Yacub, yang juga anggota Fraksi Partai Golkar Lampung mengatakan, jika kedatangan pihaknya hari ini ke kantor DPD I Golkar bukan dalam hal pemblokadean, tetapi dalam upaya menyambut kedatangan Ketua Plt Lodwik yang akan tiba esok hari.
“Kita datang ke sini dalam hal menyambut kedatangan Plt ketua. Sebagai Kader partai Golkar, kita memiliki tanggung jawab dalam membersihkan kantor partai, dan hari ini kita instruksikan kepada seluruh kader agar bersih-bersih kantor untuk menyambut kedatangan Plt ketua esok,” ujar Azwar.
Senada dengan Ismet Roni, yang mengatakan dalam rangka penyambutan plt ketua yang rencananya akan datang Jumat pagi, pihaknya mengintruksikan kepada seluruh kader untuk membersihkan kantor partai.
“Kita disini tidak ada permusuhan dan jangan terprovokasi. Saya himbau kalau ada yang ingin bersama, pintu kita terbuka selebar-lebarnya, tentunya kita harus saling menghormati,” ujar Ismet.
Wakil Ketua DPRD Lampung ini juga mengatakan, dalam menyambut kedatangan Plt ketua, pihaknya hari ini juga akan menggelar rapat pleno harian.
“Secara kebijakan partai, kami menerima kedatangan plt. Andai ada personal yang melakukan atau bersikap menolak, itu merupakan hak pribadi dan kita tidak mencampuri itu,” tandasnya. (Ramona/Juanda)









