oleh

Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Guru Honor

Harianpilar.com, Metro – Ketua PGRI Metro Arsyad mengatakan, PGRI merupakan pengurus guru-guru dan ujung tombak pendidikan. Dia mengharapkan kualitas pendidikan di Metro akan membaik, apalagi hubungan baik kepada eksekutif, legislatif maupun yudikatif. “Kalaupun ada masalah yang sampai ke ranah hukum yang saat ini banyak bermunculan, kami berharap tidak dapat terulang kembali,” kata dia pada  konferensi kepengurusan PGRI di aula Dinas Pendidikan Kota Metro, Kamis (08/9/2016).

Lebih lanjut dia mengungkapkan untuk masalah sertifikasi dia mengharapkan Walikota Metro Achmad Pairin lebih memberikan perhatian. Sedangkan permasalahan guru honor sudah disampaikan kepada pemerintah Kota Metro. “Alhamdulilah Walikota Metro Achmad Pairin mendukung dan memperhatikan nasib guru honor ini. Sedangkan terkait belum cairnya dana setifikasi, kami berharap Kepala Dinas Pendidikan dapat memberikan pengarahan, agar guru tidak cemas,” katanya.

Lebih lanjut dia dia mengharapkan kepada pengurus PGRI mendatang agar lebih profesional dan jujur dalam bekerja, karena menharapkan uang dari PGRI, tidak ada apa-apanya. PGRI senantiasa berjuang dengan ikhlas untuk mewujudkan guru yang profesional, berakhlak mulia dan bermartabat sebagai pendidik.

Ketua PGRI Provinsi Lampung Wayan Satria Jaya, mengatakan agar PGRI mendukung semua program walikota, perintah Kota Metro merupakan mitra.

Walikota Metro Achmad Pairin berpesan agar konferensi ini bisa berjalan dengan baik, terpilih figur yang bisa membawa Kota Metro menjadi lebih baik terutama dibidang pendidikan. Kemudian bisa membina tenaga pendidik dan murid, lalu bisa membina hubungan baik dengan siapa pun. “Kepada pengurus yang telah purna bhakti agar dapat memberikan ilmunya kepada yang akan terpilih dalam kepengurusan ini.

Hadir dalam acara Walikota Metro Achmad Pairin, staf ahli SDM Kota Metro serta Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Bangkit Haryo Utomo, ketua PGRI Provinsi Lampung Wayan Satria Jaya, ketua PGRI Metro Arsyad.

Dalam rangka pemilihan pengurus periode 2016-2019 peserta konferensi dihadiri 60 pengurus, terdiri dari pengurus cabang 25 orang, pengurus kota 18 orang, pengurus Provinsi 6 orang, dan 2 orang dari YPLP PGRI (yayasan pembina lembaga pendidikan). (Herman/Mar)