Harianpilar.com, Waykanan – Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya melarang aparatur sipil negara (ASN) untuk bermain game berbasis global positioning system (GPS) saat jam kerja karena dapat mengganggu kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mendukung pemerinta pusat, untuk melarang ASN di lingkungan Kabupaten Waykanan bermain game berbasis GPS karena dapat mengganggu kineja dan pelayanan kepada masyarakat,” kata dia di Waykanan, Minggu (24/7/2016).
Menurut dia, game berbasis GPS yang sedang marak di Indonesia bahkan nasional membuat pemerintah pusat harus mengambil langkah tegas untuk melarang ASN bermain game berbasis GPS seperti permaian “pokèmon go”.
Selain itu dengan bermain game virtul berbasis GPS pemerintah harus melakukan kewaspadaan dan memgantisipasi karena menimbulkan potensi kerawanan di bidang keamanan dan kerahasiaan instansi.
Dalam Surat Edaran MenPANRB No:B/2555/M.PANRB/07/2016 tanggal 20 Juli 2016, MenPAN-RB secara tegas memberitahukan kepada seluruh pimpinan di satuan kerja masing-masing untuk melarang para aparatur sipil negara bermain game virtual berbasis GPS di lingkungan instansi pemerintah.
Dalam surat edaran ini, Menteri Yuddy juga meminta agar para Pejabat Pembina Kepegawaian di masing-masing-masing satuan kerja untuk melakukan pemantauan dalam pelaksanaannya.
SE MenPAN-RB ini ditujukan kepada para Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, para Kepala LPNK, para pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, para pimpinan Kesekretariatan LNS, para Gubernur, Bupati dan Walikota se Indonesia, serta tembusan Surat MenPAN-RB ini disampaikan kepada Presiden, Wakil Presiden.
“Larangan main game serupa Pokemon Go ini untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan. Jangan karena main Pokemon, lantas mengancam stabilitas keamanan nasional,” tegasnya.
Dia juga mengimbau, seluruh ASN tanpa terkecuali untuk fokus pada pekerjaannya dan tidak terpengaruh dengan Pokemon Goyang tengah mem-booming.
“Dalam Surat Edaran Kemen-PAN RB sudah jelas larangannya. Jadi saya akan bertindak tegas kepada seluruh jajaran ASN yang ada di lingkungan Pemkab Waykanan untuk tidak bermain game virtual berbasis GPS tersebut,” tegasnya. (Ansori/Mar)









