Harianpilar.com, Mesuji – Demam Pokemon Go yang belakangan ini merebak di berbagai kalangan nampaknya menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mesuji. Terlebih banyak korban yang lalai dan berakibat fatal bagi pengguna yang memainkan permainan Pokekon Go tersebut.
Kabiddikdas Mesuji Joko Nurhedi, mengatakan, mulai beredarnya permainan pokemon go dikalangan remaja dan anak-anak didik khususnya di Kabupaten Mesuji tentunya harus dapat diantisipasi terlebih berbagai pihak tenggah mengkaji dampak negatif permainan tersebut. “Kita berharap anak-anak didik di Kabupaten Mesuji tidak memainkan Game Pokemon Go tersebut. Terlebih banyak kejadian yang diduga akibat permainan pemburu monster tersebut hingga menyebabkan fatal bagi korban,” imbuhnya.
Untuk itu, Pihak Disdikbud Mesuji menghimbau agar para siswa tidak memainkan game Pokemon Go yang bisa berakibat fatal itu. Dewan guru dan kepala sekolah diharapkan dapat memberikan arahan kepada peserta didik agar permainan pokemon Go tersebut tidak dimainkan.
“Game yang lagi ngetren ini tidak banyak manfaat positifnya. Bahkan bisa merenggut nyawa akibat kelalaian dari pengguna Game Pokemon Go. Permainan itu kan di ciptakan untuk mengisi waktu agar tidak jenuh tetapi berbalik saat ini menjadi kebutuhan atau menambah ketanggasan,” jelasnya Rabu (20/7/2016).
Lebih lanjut dikatakan Joko bahwa lebih baik para siswa memanfaatkan waktu luang dengan hal positif lainnya. Dengan kegiatan kulikuler yang ada atau menyalurkan bakat yang dimiliki oleh para siswa.
“Untuk seluruh siswa manfaatkan waktu luang dengan belajar dan kegiatan positif lainnya. Seperti belajar apalagi bagi siswa tingkat 12 mereka akan menghadapi Ujian Nasional nantinya. Dengan mempersiapan diri sejak jauh hari maka otomatis dalam menghadapi ujian akan terasa mudah dari pada bermain pokemon go” papar Joko Nuredi di ruang kerjanya kemarin.
Sementara itu wartawan koran ini mendapati salah satu siswa yang tengah asik bermain Game Pokemon Go, menanyakan kepadanya bahwa saat ini game tersebut bisa berakibat fatal dan bisa lupa dengan waktu. Dirinya mengatakan game hanya sebagai hiburan saja, tidak sampai kecanduan karena penasaran bagaimana cara bermainnya.
“Hanya penasaran saja ko kak. Karena lagi booming di Medsos, jadi saya ingin tau lalu saya download. Kalau soal kecanduan dan lupa waktu mudah-mudahan tidak, saya bukan gamer tetap belajar juga,” jelas siswa yang enggan disebutkan namanya. (Sandri/Mar)






