oleh

Warga Keluhkan Tumpukan Sampah Pasar Madang

Harianpilar.com, Tanggamus – Keperdulian Pemda (Pemerintah Daerah) Kabupaten Tanggamus mengenai penanganan masalah kebersihan masih diragukan. Hal tersebut jelas terlihat dari penumpukan sampah yang kerap terjadi dialiran sungai muara Kapuran Kelurahan Pasar Madang, Kécamatan Kotaagung, kabupaten setempat.

Masyarakat Kapuran Kelurahan Pasar Madang yang berada didekat aliran sungai tersebut yakni RT 08,RT 09,RT 10 dan RT 14 sangat méngeluhkan sampah yang menumpuk dialiran sungai tepatnya di jembatan perlintasan warga yang berada dilingkungan tersebut yang telah menjadi dilema bagi warga sekitar sejak bertahun-tahun yang lalu.

Sampah yang menumpuk dialiran sungai tersebut selain menimbulkan bau yang tak sedap juga mengakibatkan tersumbatnya aliran sungai sehingga disaat hujan dan air laut pasang maka air dari genangan sampah meluap ke pemukiman penduduk.

Menurut salah seorang warga Kapuran RT 10 Kelurahan Pasar Madang,Novi yang merupakan pemilik warung dipinggir sungai tersebut mengatakan bahwa penumpukan sampah di aliran sungai Kapuran sudah sering kali terjadi dan sangat mengganggu masyarakat sekitar karena baunya yang tak sedap dan sering mengakibatkan luapan air ke area penduduk disaat air laut pasang karena aliranya tidak lancar.

“Kami sangat terganggu dengan adanya penumpukan sampah tersebut karna selain bau juga menimbulkan banyak lalat disekitar warung,dan yang jelas sangat tidak enak dilihat apalagi jembatan sungai tersebut adalah akses utama keluar masuk warga sekitar setiap hari,” ungkapnya.

Senada dengan Novi, Roni salah seorang warga lainya mengatakan bahwa penyumbatan aliran sungai akibat tumpukan sampah tersebut sudah sering kali terjadi dan sudah menjadi pemandangan yang biasa dan penanggulanganya selalu dengan bergotong royong antar warga sekitar sementara dari Pemda atau Dinas terkait belum pernah ada penanganan khusus.

“Kami berharap Pemda Tanggamus melalui Dinas terkait dapat melihat langsung kelokasi dan mencarikan solusi untuk penangan masalah sampah tersebut karena warga selama ini hanya bergotong royong menggiring sampah kelaut untuk membersihkan aliran sungai tersebut dan hanya berselang beberapa minggu penumpukan sampah akan kembali terjadi.”

Sementara itu Lurah Pasar Madang Isman Hadi saat dikonfirmasi diruang kerjanya,Kamis (21/07/2016),Membenarkan masalah tersebut,bahwa selama ini permasalahan sampah dialiran sungai Kapuran hanya ditanggulangi oleh warga sekitar dengan cara bergotong royong yang dikomandoi olehnya,sementara bantuan alat atau keterlibatan dari Instansi terkait belum ada sama sekali baik yang berupa moril maupun matreal.

“Untuk penanganan khusus dari Pemda belum ada dalam menanggulangi penumpukan sampah di aliran sungai Kapuran,selama ini pihak kami dan warga hanya bergotong royong menggiring sampah tersebut ke laut,kami juga berharap agar Pemda Tanggamus melalui Dinas dan Satker terkait agar turut campur tangan dan mencarikan solusi dalam penanggulangan sampah yang telah menjadi dilema sejak bertahun-tahun tersebut apa lagi aliran sungai tersebut merupakan muara dari beberapa sungai yang melintas di pusat kota sehingga semua sampah yang dibuang warga kesungai akan bermuara disana,” tukasnya. (Agus/Mar)