oleh

Aksi Coret dan Konvoi Warnai Kelulusan SMP

Harianpilar.com, Bandarlampung – Meski Kementerian Pendidikan sudah melarang aksi coret-coret dan konvoi, saat kelulusan sekolah, namun hal ini masih terjadi saat pengumuman kelulusan SMP di Bandarlampung, Sabtu (12/6/2016).

Pantauan Harian Pilar, di beberapa jalan protokol di Bandarlampung, Sabtu (12/6/2016) konvoi kendaraan pelajar SMP masih marak, bahkan tak jarang iring-iringan kendaraan ini menimbulkan kemacetan.   

Terbukti dari pantauan Harian Pilar Sabtu (11/6/2016) siswa SMP berkonvoi dan membuat kemacetan panjang pada sore hari. Iring-iringan kendaraan roda dua itu terlihat Sejumlah siswa juga mengabadikan momentum kelulusan mereka dengan berfoto-foto juga saling semprot cat pilok di tengah jalan.

Aksi corat-coret dan konvoi kendaraan pasca pengumuman kelulusan itu di lakukan di beberapa titik lokasi keramaian seperti di kawasan Stadion Pahoman, menuju ruas jalan Gajah Mada, Tanjungkarang Timur (TkT).

Sementara itu salah satu siswa yang enggan menyebutkan nama dan asal sekolahnya, ini mengaku rencananya konvoi akan dilakukan mengitari beberapa lokasi dan ruas jalan.

“Kita memang dari sekolah dilarang kak, cuma diajak temen jadi ikut aja, dan kalau banyak yang gak pake helem itu buru-buru jadi gak sempet bawa, STNK juga gak bawa,”  jelasnya singkat saat ditanyai di atas motornya.

Di sisi lain, Waka Kesiswaan SMPN 24 Bandarlampung Sri Indarti mengatakan sekolahnya sudah mengkondinsikan agar  siswa tidak terlibat konvoi dengan membuat surat pernyataan tertulis yang menyatakan tidak akan terlibat konvoi motor dan corat-coret seragam sekolah.

“Ya mereka kan baca dulu baru ditandatanganin, selain penandatangan surat pernyataan itu amplop yang menyatakan lulus tidaknya dibawa pulang lalu dibuka di rumah, biar sama bapak ibunya lihatnya,” tambanya.

Lanjut cerita, melihat banyak siswa masih banyak yang konvoi motor dan corat-coret seragam sekolah itu sangat disayangkan karna selain mengganggu ketertiban umum dan berbahaya juga untuk mereka.

“Kan banyak itu yang gak pake helm bahaya juga untuk mereka, jangan lah bahagia berlebihan, toh mereka juga masih harus berjuangkan, belum SMA dan untuk masuk universitas juga, sayang waktu  di buang-buang percuma seperti itu,” ungkapnya. (Tomi/Juanda)