Harianpilar.com, Tanggamus – Wakil Bupati Tanggamus Samsul Hadi mengatakan bahwa naiknya harga kebutuhan pokok masih dalam tahap kewajaran. Mengenai daging sapi yang masih tinggi, ia menilai jika saat ini pedagang di Tanggamus masih kesulitan dalam mendapatkan pasokan daging sapi lokal. Sementara para pedagang mendapatkan daging dari usaha penggemukan sapi. “Solusinya, pemda akan berupaya dalam memperbanyak produksi sapi lokal, ujar Samsul, pada inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Kotaagung, Rabu (8/6/2016).
Sidak dipimpin langsung Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi,M.Pd.I, turut ikut dalam rombongan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tanggamus Drs.Hi.Mukhlis Basri, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Andi Wijaya, Kepala Badan Ketahanan Pangan Suhartono, Kepala Disdagsar Mukifli Novem, Kepala Diskes Sukisno, Kepala DKP Shofwan,Kabag Perekonomian Hj.Retno Noviana, Kabid Kesehatan dan Veteriner Disnakkeswan Eko Turyono dan Camat Kotaagung Firdaus.
Kemudian terkait program pemerintah pusat mengenai import sapi dari Australia guna menekan harga sapi, Samsul berharap di Tanggamus juga mendapatkan kuota sapi impor. “Kalau itu kita belum tahu, cuma yang jelas pemkab berharap sapi impor itu bisa masuk juga ke Tanggamus sehingga harga daging sapi bisa ditekan sesuai dengan intruksi Presiden yang menginginkan daging sapi dibawah Rp100 ribu,” kata Samsul.
Lokasi pertama yang didatangi tim terpadu adalah lapak penjual Ayam Potong. Baik wabup ataupun sekda menyempatkan berdialog dengan pedagang ayam. Dari obrolan itu, terungkap bahwa daging ayam potong naik menjadi Rp30 ribu/kilogram naik Rp10 ribu yang mana sebelum Ramadhan harga daging ayam potong perkilo Rp20 ribu. Untuk satuan harga ayam potong Rp35.380/ekor, ayam boiler merah Rp45.000/ekor, ayam kampung Rp60.000/ekor, dan ayam jago Rp90.000/ekor. Naiknya harga tersebut dikarenakan agen ayam potong di Kecamatan Gisting sudah lebih dahulu menaikan harga.
Dari kios ikan, tim kemudian bergerak kekios penjual daging sapi, dimana harga daging sapi dijual Rp120 ribu perkilo, tulang sapi Rp60 ribu/perkilo, jeroan Rp35 ribu/kilo dan kulit Rp10 ribu/kilo. Untuk harga daging sapi sendiri cenderung stabil, sebab tahun lalu juga harga daging sapi juga Rp120 ribu/kilogram.
Selain memantau harga, tim juga melakukan uji kelayakan bahan makanan seperti daging ayam, daging ikanan dan takjil. Dan hasilnya tim tidak mendapati adanya bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya.
Setelah meninjau kios daging sapi, rombongan lalu bergerak meninjau penjual takjil. Saat berdialog, Sekkab Mukhlis Basri meminta kepada pedangan untuk tidak menjual cendol ataupun cincau yang mengandung bahan berbahaya seperti pewarna tekstil.”Jangan dicampur dengan bahan macam-macam ya pak, kasihan masyarakat,” ujar Mukhlis.
Dalam kesempatan itu Mukhlis bertanya kepada pengunjung pasar dan pedagang mengenai ketersediaan elpiji ukuran tiga kilogram.”Bagaimana ibu-ibu susah nggak mendapatkan gas elpiji 3 kg ? Kalau masyarakat mengalami kesusahkan dalam mendapatkan bahan pangan atau gas elipiji 3 kg dapat menghubungi Bagian Perekonomian dinomor 0812-796-416-25, nanti kita akan lakukan operasi pasar,” kata Mukhlis. (Ron/Mar)









