Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tanggamus tidak menemukan adanya ikan yang menggunakan bahan kimia berbahaya formalin yang di jajakan di Kabupaten ini.
Kepala DKP Tanggamus Ir. Shofwan mengatakan, ikan di Kabupaten bericon kan lumba-lumba ini di perjual belikan masih dalam keadaan segar (fresh). Hal itu bisa dilihat dari masih adanya darah segar yang keluar dari tubuh ikan jikala dipotong. Dan dari hasil monitoring selama ini dibeberapa central ikan, seperti di Kecamatan Kotaagung yakni di pasar tradisionalnya bahkan diarea TPI Kotaagung, semua ikan yang dijual dalam keadaan segar.
“Tidak ada ikan yang terindikasi menggunakan formalin, ini dari hasil monitoring kita di beberapa TPI yang ada di Tanggamus, dan juga pasar tradisional. Semua ikan fresh. Jadi, aman untuk dikonsumsi masyarakat,” kata Shofwan saat ditemui disela-sela kegiatan Sidak Pasar Tradisional, Rabu (8/6/2016).
Untuk ketersediaan ikan, lanjut Shofwan, masih sangat tercukupi. Kendati saat ini gelombang pasang tengah terjadi di perairan teluk semaka beberapa pekan terakhir, tapi untuk ketersediaan ikan masih aman. Karena masih ada nelayan dengan kapal ikan tenaga besar yang pergi melaut untuk mencari ikan.
“Ya sempat dikhawatirkan ketersediaan ikan mengurang karena ombak pasang. Tapi kekhawatiran saya akhirnya tidak terjadi karena ikan masih melimpah ruah. Jadi masyarakat masih tetap bisa mengkonsumsi ikan,” ucapnya.
Dia juga memastikan harga ikan di Kabupaten yang berjuluk Bumi Begawi Jejama ini tidak akan mengalami kenaikan dan masih tetap stabil. Jadi masyarakat tidak pula harus khawatir akan melonjaknya harga ikan lantaran imbas dari beberapa bahan pokok sudah mengalami kenaikan harga.
“Harga ikan masih stabil, gak ada kenaikan. Meski harga sembako sudah mulai pada naik di bulan ramadhan. Dan saya selalu menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mengkonsumsi ikan, karena hewan laut ini memiliki protein tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.” tukasnya. (Ron/Mar)









